Konflik AS–Venezuela Dorong Saham Migas dan Emas

wartaekonomi.co.id
2 hari lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham emiten minyak dan gas bumi (migas) serta emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026), di saat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi dan meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai.

“Selama demand masih tinggi, (emiten) emas dan migas akan bertahan tinggi atau terus naik. Timbulnya perang tentu saja akan menaikkan demand,” ujar Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy ketika dihubungi, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Penguatan saham terjadi setelah operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Peristiwa tersebut meningkatkan ketidakpastian geopolitik global dan mendorong pelaku pasar memburu komoditas strategis, seperti minyak dan emas.

Baca Juga: IHSG Ditutup Meroket 1,27% ke Level 8.859, Saham Grup Bakrie Paling Laris

Pada penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB, sejumlah saham sektor migas ditutup di zona hijau. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguat 3,35% ke level 1.695 dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.640, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp44,66 triliun. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 2,41% ke posisi 1.485 dari 1.450, dengan kapitalisasi pasar Rp37,33 triliun.

Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) ditutup menguat 1,96% ke level 520. Sementara itu, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 1,56% ke posisi 1.300 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menguat 1,20% ke level 1.955. Penguatan juga tercatat pada PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang masing-masing naik 1,30% dan 1,29%.

Selain migas, sentimen geopolitik turut mendorong lonjakan saham emiten emas. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ditutup melonjak 5,61% ke level 3.390 dari harga pembukaan 3.280, dengan kapitalisasi pasar Rp81,46 triliun. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan kenaikan tertinggi di sektor ini dengan menguat 8,05% ke level 1.275.

Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 4,86% ke posisi 1.725, sedangkan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) ditutup menguat 5,41% ke level 585. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sempat menyentuh level tertinggi 5.875 sebelum ditutup di 5.625, dengan kapitalisasi pasar Rp91,01 triliun.

Baca Juga: Konflik AS-Venezuela Memanas, Airlangga Ungkap Dampaknya ke Ekonomi Indonesia

Penguatan saham-saham komoditas turut menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan, IHSG berakhir di zona hijau dengan menguat 1,27% ke level 8.859. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 446 emiten mencatatkan kenaikan harga, 246 emiten melemah, dan 114 saham stagnan.

Dari sisi global, Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan mengambil alih kepemimpinan Venezuela untuk sementara waktu dan berencana memanfaatkan cadangan minyak negara tersebut.

“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Sabtu (4/1/2026) waktu setempat.

Trump juga menyampaikan rencana untuk menjual minyak Venezuela ke negara lain serta membuka kemungkinan operasi lanjutan jika situasi dinilai mengancam kepentingan AS. Ia menyebut kekuatan militer AS berada dalam status siaga penuh dan telah dikerahkan di kawasan tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tips Packing ala teman kumparan Biar Nggak Overload
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Sumitronomics 4.0: Dari Developmental State ke Adaptive State
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polda Metro Periksa 5 Saksi Terkait Teror ke DJ Donny
• 7 jam laludetik.com
thumb
Anggota TNI Kawal Penggeledahan Kasus Korupsi Nikel Konawe Utara di Kemenhut
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Survei LSI Denny JA: Mayoritas Masyarakat Menolak Pilkada Lewat DPRD
• 9 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.