Aceh Tamiang: Sebanyak 18 satuan pendidikan di Provinsi Aceh terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di dalam tenda akibat rusaknya fasilitas sekolah terdampak banjir dan longsor. Kondisi ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, saat menjadi pembina upacara di SMA 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 5 Januari 2025.
"Aceh merupakan wilayah dengan dampak kerusakan fasilitas pendidikan terbesar pascabencana, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang," kata Mu'ti, Senin, 5 Januari 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti. Foto: Istimewa
Secara keseluruhan, Mu’ti menjelaskan bencana tersebut berdampak pada 2.756 sekolah atau satuan pendidikan di berbagai kabupaten/kota di Aceh. Saat ini, sebanyak 90 persen sekolah atau 2.468 sekolah telah kembali beroperasi.
“Kita akan terus berupaya menghadirkan sekolah darurat bagi siswa yang belajar di tenda," ujar Abdul Mu'ti.
Baca Juga :
Pemulihan Pendidikan Aceh Tamiang, Mendikdasmen: Sekarang Waktunya Perbaikan"Pembangunannya akan dilaksanakan secepatnya,” jelas Mu'ti.
Untuk mendukung pemulihan proses belajar, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan secara simbolis sebanyak 2.000 school kit dari total 15.500 buah. Bantuan lainnya meliputi 78 unit tenda, 100 ruang kelas darurat, 90.000 eksemplar buku pelajaran, dukungan psikososial senilai Rp300 juta, serta Dana Operasional Pendidikan Darurat mencapai Rp11,29 miliar.


