PROGRES pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk musim haji 2026 menunjukkan tren positif. Hingga Senin (5/1), Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 167.798 jemaah atau setara 82,53% dari total kuota telah menyelesaikan kewajiban pelunasan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengonfirmasi data terbaru tersebut. Dari total kuota jemaah haji tahun ini yang berjumlah 203.320 orang, mayoritas telah merampungkan proses administrasi pembayaran.
"Barusan saya lihat sekitar 167.798 jemaah atau sekitar 82,5% (persentase jemaah yang lunas)," ujar Ichsan saat dikonfirmasi, Senin (5/1).
Antusiasme jemaah untuk segera memastikan keberangkatan terlihat dari pergerakan data harian. Tercatat, khusus pada hari ini saja, terdapat penambahan 12.369 jemaah yang melakukan transaksi pelunasan Bipih.
Syarat Istitha'ah Kesehatan DiperketatSejalan dengan proses pelunasan, aspek kesehatan jemaah menjadi fokus utama pemerintah. Data kementerian menunjukkan sebanyak 203.070 jemaah telah dinyatakan memenuhi syarat kemampuan kesehatan atau istitha'ah.
Kementerian Haji dan Umrah bersinergi dengan Pusat Kesehatan Haji menerapkan mekanisme verifikasi kesehatan berlapis. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko untuk menekan angka kematian jemaah, baik saat perjalanan udara maupun ketika melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Ichsan memaparkan terdapat tiga tahapan krusial dalam skema perlindungan kesehatan jemaah tahun ini:
- Tahap Pertama: Pemeriksaan kesehatan awal sebagai syarat mutlak pelunasan. Jemaah yang belum berstatus istitha'ah tidak diizinkan melunasi biaya haji hingga dinyatakan layak medis.
- Tahap Kedua: Pemeriksaan lanjutan menjelang keberangkatan menuju embarkasi untuk memastikan stabilitas kondisi fisik jemaah.
- Tahap Ketiga: Pemeriksaan akhir (final check) di asrama haji embarkasi sebelum jemaah diterbangkan ke Arab Saudi. (Z-10)





