Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), Ikatan Alumni (IKA) ITS dan Yayasan Manarul Ilmi (YMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan pascabencana ke beberapa daerah di Aceh Tamiang, pada Senin (5/1/2026).
Fadlilatul Taufany Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat ITS mengatakan, bantuan pascabencana itu berfokus pada pemulihan fasilitas pendidikan hingga tempat ibadah.
“ITS telah melakukan renovasi satu masjid terparah, yakni masjid An-Nur di Aceh Tamiang dan akan diikuti empat masjid lainnya yang masih tahap pendataan,” katanya.
Kemudian, kampus juga menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah berupa 300 mukena, 300 Al-Quran dan 300 sajadah yang didistribusikan ke masjid-masjid di Aceh Tamiang.
“Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pemulihan aktivitas keagamaan masyarakat pascabencana,” ucapnya.
Budiono perwakilan IKA ITS menambahkan, bantuan untuk pemulihan sektor pendidikan sudah disiaplan 300 paket tas dan alat tulis serta paket pendukungnya kebutuhan belajar lainnya.
“Bantuan ini agar anak-anak dapat segera mendapat sarana belajar yang layak,” ucapnya.
Selain itu, Satgas Kemanusiaan ITS juga akan melakukan pembersihan sumur dan pemulihan sanitasi air guna mengembalikan akses air bersih bagi rumah tangga maupun fasilitas umum. Pemulihan sanitasi dilakukan dengan distribusi alat penjernih air yang mudah digunakan di daerah yang sulit mendapat akses air bersih.
“Selain itu, ITS juga akan memberikan pengadaan pipa yang mampu menyalurkan air bersih dari sumber air di dataran tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Agus Muhamad Hatta Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan yang disalurkan ITS itu turut melibatkan berbagai mitra strategis, yakni Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Ikatan Motor Indonesia (IMI), serta pasukan TNI.
Hingga saat ini, Satgas Kemanusiaan ITS telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp 210.534.330 dari sivitas ITS, dengan total dana tersalurkan mencapai Rp 149.920.780.
Melalui rangkaian bantuan yang disalurkan secara bertahap tersebut, pihaknya berharap ITS bisa berkontribusi secara berkelanjutan dalam mempercepat pemulihan sektor sosial, pendidikan, dan keagamaan masyarakat di Aceh.
“Upaya ini sekaligus menegaskan peran ITS sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam aksi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Langkah itu, kata dia, bukan hanya untuk mempercepat pemulihan sektor sosial, pendidikan, dan keagamaan, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-4, ke-6, dan ke-11.
“Kami juga berharap dapat membantu pemulihan wilayah pascabencana untuk mendukung permukiman berkelanjutan,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)



