Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan kata sambutan pada Perayaan Natal Nasional yang digelar di Tennis Indoor Stadium Senayan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Senin, 5 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana damai dan penuh persaudaraan lintas umat beragama.
Dalam sambutannya, Menteri Agama mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas terselenggaranya Perayaan Natal Nasional. Kehadiran Presiden Republik Indonesia disebut menjadi wujud perhatian negara terhadap kehidupan beragama serta komitmen menjaga kerukunan nasional.
Menaq Nasaruddin Umar menegaskan pesan kuat mengenai jati diri bangsa Indonesia yang dibangun di atas keberagaman, bukan keseragaman. Nilai saling menghormati dan menjaga persatuan disebut menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk di Papua.
“Umat beragama merawat kerukunan serta menempatkan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan sebagai pondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara ini adalah pesan yang kuat Papua Indonesia dibangun bukan di atas keseragaman melainkan diatas komitmen untuk hidup bersama dalam perbedaan saling menghormati dan saling menjaga,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama juga mengajak umat menjadikan perayaan Natal sebagai momentum kepedulian terhadap sesama, terutama korban bencana di berbagai wilayah Indonesia. Sukacita Natal diharapkan berjalan seiring dengan keprihatinan dan solidaritas kemanusiaan.
“Perayaan Natal tahun ini juga kita jadikan kita jalani dengan keprihatinan yang mendalam kita tidak dapat menutup mata terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana dalam berbagai wilayah tanah air di tengah sukacita Natal kita turut merasakan duka kehilangan dan penderitaan yang dialami oleh keluarga keluarga kita di daerah tersebut mengingatkan kita bahwa Tuhan hadir secara istimewa di tengah penderitaan dan memanggil kita untuk menghadirkan kasihnya melalui kepedulian kepedulian dan solidaritas,” terang Menag Nasaruddin Umar.
Menag menekankan iman sejati tercermin melalui kepedulian terhadap penderitaan sesama. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendoakan korban bencana, menguatkan keluarga yang kehilangan, serta menghadirkan bantuan kemanusiaan. Apresiasi juga disampaikan kepada Presiden dan Wakil Presiden atas langkah cepat membantu masyarakat terdampak.
“Mengajak kita bersama seluruh elemen bangsa untuk mendoakan saudara kita yang terdampak bencana menguatkan mereka yang kehilangan keluarga rumah dan penghidupan serta menghadirkan bantuan kemanusiaan sebagai wujud iman yang bekerja melalui,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews




