Bloomberg Intelligence Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5% pada 2026

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Bloomberg Intelligence menilai prospek ekonomi RI tetap solid pada 2026, meski pasar keuangan menghadapi dinamika yang beragam sepanjang 2025. Penilaian tersebut tertuang dalam laporan Indonesia in Focus: Review and Outlook for 2026.

Laporan tersebut mencatat pasar saham Indonesia membukukan kinerja impresif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sekitar 22% sepanjang 2025, menjadi performa tahunan terbaik dalam 11 tahun terakhir sejak 2014. “Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya partisipasi investor ritel domestik yang mencari imbal hasil lebih tinggi,” mengutip laporan tersebut.

Di sisi lain, pasar obligasi pemerintah mengalami tekanan. Arus masuk asing ke Surat Berharga Negara (SBN) nyaris tergerus, dengan net inflow turun menjadi hanya US$25 juta dari puncaknya US$4,6 miliar pada Agustus 2025. “Kekhawatiran terhadap prospek fiskal mendorong investor global menarik dananya dari pasar obligasi Indonesia,” tulis Bloomberg Intelligence.

Tekanan juga tercermin pada nilai tukar rupiah yang sempat melemah ke level terendah dalam delapan bulan, sekitar Rp16.790 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan terjadi seiring defisit anggaran yang mendekati batas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Meski demikian, Bloomberg Intelligence mencatat Bank Indonesia menargetkan rupiah berada di kisaran Rp16.500, bahkan Rp16.400 per dolar AS pada 2026.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% pada Desember 2025. “Bank Indonesia memberi sinyal pelonggaran kebijakan secara hati-hati pada 2026, dengan stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama,” tulis laporan tersebut. 

Ke depan, Bloomberg Intelligence memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga. PDB Indonesia diperkirakan tumbuh 5,00% pada 2026, dengan inflasi tahunan berada di kisaran 2,75%. Namun, pasar obligasi dinilai masih berpotensi menghadapi tekanan lanjutan seiring tingginya kebutuhan penerbitan surat utang dan berlanjutnya risiko fiskal.

Laporan tersebut juga menyoroti realisasi investasi Indonesia pada 2025 yang mencapai target Rp1.905 triliun. “Pencapaian ini menunjukkan daya tarik Indonesia di mata investor tetap terjaga, meskipun volatilitas pasar meningkat,” tulis Bloomberg Intelligence.

Selain itu, sektor ekonomi kreatif tercatat menarik investasi asing sebesar Rp132 triliun. Pertumbuhan PDB sektor ini bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional dan dinilai menjadi salah satu penopang utama prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah. 

Secara keseluruhan, Bloomberg Intelligence memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,00% sepanjang 2025 hingga 2027, dengan probabilitas resesi dalam 12 bulan ke depan diperkirakan hanya sekitar 3%.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Xi Jinping Tak Main-Main, China Pamer Rudal Hipersonik-Bisa Bobol AS
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Protes ke KDM, Massa Buruh Mau Konvoi Geruduk Istana Negara Besok
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rasuah Pengadaan Iklan, KPK Ulik Saat Ridwan Kamil Belanja Aset
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Video: Pramono Luncurkan Kartu Debit Visa Bank Jakarta
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPU Kota Bergerak Cepat Bersinergi dengan Partai Politik Songsong 2029
• 13 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.