Jakarta, VIVA – Banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang berlangsung sejak Jumat sore, 2 Januari 2026. Genangan air meluas di tiga kecamatan, yakni Ciwandan, Cibeber, dan Jombang, Cilegon, Banten.
Kawasan Ciwandan, khususnya Kampung Kebanjiran, menjadi salah satu titik terdampak terparah. Luapan air juga merendam sejumlah ruas jalan utama, termasuk kawasan di depan Pabrik Semen hingga Jalan Lingkar Selatan (JLS), yang merupakan jalur strategis penghubung Anyer–Cilegon.
Kondisi tersebut menyebabkan lalu lintas tersendat dan menghambat mobilitas warga. Sebagai informasi, di Kawasan Ciwandan terdapat pelabuhan milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, memastikan agar kegiatan operasional pelabuhan berjalan normal dan aman.
"Aktivitas di Pelabuhan Ciwandan berlangsung seperti biasa. Kami terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan akses logistik tetap terjaga," ujarnya, melalui keterangan resmi, Senin, 5 Januari 2026.
Pelindo terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendukung penanganan dampak banjir, khususnya di wilayah sekitar pelabuhan.
Hal ini penting untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat sekaligus menjaga kelancaran aktivitas kepelabuhanan.
- Pelindo 1
Bukan itu saja. Pelindo juga menyalurkan 500 paket bantuan sembako kepada masyarakat terdampak banjir di Kawasan Ciwandan.
Bantuan tersebut diberikan menyusul banjir yang sempat menggenangi permukiman warga dan mengganggu akses utama menuju kawasan industri dan pelabuhan sejak Jumat pekan lalu.
Penyaluran bantuan merupakan respons cepat perusahaan terhadap dampak langsung banjir yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah pelabuhan. “Kami hadir untuk membantu guna meringankan beban masyarakat yang terdampak,” tutur Ali.





