Pedagang Pasar Cimanggis Bertahan Meski Pembeli Menurun karena Sampah

kompas.com
2 hari lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Sejumlah pedagang di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengaku jumlah pembeli berkurang akibat tumpukan sampah yang kadang meluber ke jalan. Meski begitu, mereka tetap bertahan dengan mengandalkan pelanggan setia.

“Semakin menurun tapi enggak terlalu banyak, Alhamdulillah masih ada langganan,” ujar Hartini (42), pedagang sayur, Senin (5/1/2026).

Menurut Hartini, penurunan pembeli bukan terjadi baru-baru ini.

Baca juga: Tumpukan Sampah di Pasar Cimanggis Luber ke Jalan, Pedagang Minta Pengangkutan Rutin

Sejak pandemi Covid-19, banyak warga beralih berbelanja sayur secara online sehingga jumlah pembeli di pasar tradisional sudah menurun sekitar 80 persen.

“Sudah dari jaman covid, turunnya itu bisa sampai 80 persen. Sebelum ada sampah juga sudah menurun,” katanya.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Pedagang Pasar Cimanggis, Pasar Tradisional Tangsel, Sampah Menumpuk di Pasar, Omzet Pedagang Stabil&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNS8yMjQ5MzQzMS9wZWRhZ2FuZy1wYXNhci1jaW1hbmdnaXMtYmVydGFoYW4tbWVza2ktcGVtYmVsaS1tZW51cnVuLWthcmVuYS1zYW1wYWg=&q=Pedagang Pasar Cimanggis Bertahan Meski Pembeli Menurun karena Sampah§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Hartini menambahkan, ia tetap memilih bertahan berjualan secara tradisional, tidak beralih ke online.

Hal senada disampaikan Doni Putra (31), pedagang kelapa parut. Ia mengatakan keberadaan sampah membuat aktivitas di pasar kurang nyaman, terutama ketika hujan karena baunya.

“Kalau ganggu mah, ganggu banget, kita jalan aja keganggu, apalagi kalau hujan itu airnya bau banget,” kata Doni.

Meski demikian, omzetnya relatif stabil karena masih mendapat pasokan dari pelanggan tetap dan warung-warung di sekitarnya.

Baca juga: Tumpukan Sampah di Pasar Cimanggis Tak Hanya dari Pedagang, Warga Juga Ikut Buang

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Doni berharap pengangkutan sampah dilakukan secara rutin agar tidak menumpuk dan mengganggu aktivitas pedagang.

“Harapannya kalau sudah penuh langsung diangkut semua. Jangan sedikit-sedikit, biar enggak numpuk lagi,” ujarnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sukamta Desak Pengembang Gim Daring Patuhi Regulasi Digital Usai Kasus Pembunuhan Anak di Medan
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Kemenhaj Terapkan Formula Baru Bagi Petugas Haji Khusus
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenhut Bantah Digeledah Kejagung: Pencocokan Data Hutan Lindung
• 1 jam laluidntimes.com
thumb
PPP DKI Jakarta Gelar Musyawarah Wilayah X: Targetkan 20 Hari Susun Kepengurusan
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Bareskrim Ungkap 17 Perusahaan Fasilitasi Judi Daring, Deposit Kini Kebanyakan Lewat QRIS
• 3 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.