Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sempat berkelakar saat menyampaikan pidatonya dalam acara Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Saat momen itu, Prabowo menyinggung bahwa ia bisa berpidato di podium tanpa batasan waktu.
"Dan saudara-saudara ini saya menggunakan kesempatan ini mumpung dikasih podium kan kita. Karena ada podium dan saya presiden, saudara terpaksa dengar, bener kan? Panitia nggak berani ingatkan saya waktu Pak, awas, pokoknya ini podium ya suka presiden berapa lama. Masih kuat denger saya? Mau kuat nggak kuat saudara harus dengan saya itu," canda Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung latar belakang keluarganya yang sebagian beragama Nasrani. Ia mengaku cukup memahami ajaran Kristen karena pernah mengenyam pendidikan di sekolah Kristen sejak kecil.
"Keluarga saya sebagian itu Nasrani. Tapi kadang-kadang kalau ajaran Nasrani yang paling pokok, ya monsinyur, Kalau tidak salah, ya pendeta, yang paling pokok adalah kalau pipi kiri kita di tempeleng kita harus kasih pipi kanan, betul? Betul yah? Betul. Karena waktu kecil saya sekolah Kristen juga saya itu. Jangan-jangan saya ngerti cerita-cerita di Bible lebih dari saudara-saudara jangan-jangan," ucapnya.
Prabowo kemudian menekankan nilai memaafkan dan mencari kebaikan sebagai prinsip hidup yang ia pegang, termasuk dalam dinamika politik yang penuh persaingan. Ia menilai perbedaan dan kekalahan tidak seharusnya melahirkan kebencian.
"Jadi saya sebenarnya bagi saya itu selalu ingin cari kebaikan daripada ketidakbaikan, saya ingin cari persatuan daripada perpecahan. Kalau masuk ke dalam kancah politik pasti persaingan sangat keras ketat dan tidak ada masalah," pungkasnya.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5464915/original/006526900_1767753997-IMG-20260106-WA0011.jpg)

