Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kondisi ekonomi makro nasional serta perkembangan perundingan dengan Amerika Serikat (AS) kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Airlangga mengatakan pembahasan dalam ratas mencakup situasi perekonomian terkini serta progres negosiasi antara Indonesia dan AS. Namun, ia menyebut sejumlah isu lain akan dibahas lebih lanjut dalam agenda lanjutan.
“Tadi kita bahas kondisi ekonomi makro, juga progres perundingan dengan AS. Mungkin yang lain menunggu besok karena besok ada retreat,” ujar Airlangga usai ratas.
Terkait rencana penandatanganan hasil perundingan, Airlangga menyebut kesepakatan tersebut direncanakan tetap akan ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.
“Rencananya demikian,” katanya singkat.
Kendati demikian, Airlangga menegaskan pembahasan substansi kesepakatan belum sepenuhnya final. Ia menyebut masih ada tahapan lanjutan yang harus dilalui sebelum kesepakatan ditetapkan.
Baca Juga
- Imbas Perundingan Tarif AS, RI Bakal Tingkatkan Pengawasan Ekspor Mineral Kritis Cs
- Pengusaha Kritik Kebijakan RI Bikin Goyah Perundingan Tarif AS
- Negosiasi AS-Kanada Buntu, Perundingan Dagang Terancam Mundur ke 2026
“Masih ada pembahasan lagi,” ujarnya.
Airlangga menjelaskan, tim perunding Indonesia dijadwalkan kembali melakukan pembahasan teknis pada 12–19 Januari 2026. Agenda utama pertemuan tersebut adalah penyusunan rincian aspek hukum dari kesepakatan yang sedang dirundingkan.
“Itu tanggal 12–19, legal drafting detail,” pungkas Airlangga.





