Sejak sore hari, suasana di GWK sudah dipenuhi pengunjung yang datang bersama keluarga, sahabat, hingga pasangan. Mereka bukan hanya ingin berpesta, tetapi juga merasakan nuansa baru perayaan tahun baru yang lebih hangat dan penuh empati.
Rangkaian acara dibuka dengan doa bersama untuk masyarakat yang terdampak bencana alam. Momen ini menjadi pembeda paling terasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di beberapa sudut area, panitia menampilkan QR Code sebagai bentuk ajakan solidaritas bagi pengunjung yang ingin ikut membantu korban bencana.
Tidak adanya pertunjukan kembang api bukan tanpa alasan. Antusiasme publik tidak surut, bahkan tercatat sekitar 10 ribu orang tetap hadir meramaikan GWK Bali Countdown 2026.
“Perayaan tahun baru seharusnya tidak hanya menjadi momen suka cita, tetapi juga momen untuk bersyukur. Pada penutupan tahun 2025 ini, kami berfokus pada pemulihan dan percepatan kebangkitan ekonomi, serta menumbuhkan optimisme masyarakat di tahun yang baru,” ujar Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park.
Baca Juga :
Termasuk Jakarta, Ini Daftar Daerah yang Tiadakan Pesta Kembang ApiSebagai pengganti kembang api, panitia menyiapkan musical laser show yang menjadi sorotan utama di detik-detik pergantian tahun. Cahaya laser yang menari di langit GWK berpadu dengan alunan musik dan penampilan tarian kontemporer modern dari Manubada Art.
Tarian bertema “Sunya Sunyi Nemu Ayu” sukses membuat suasana menjadi magis. Di balik permainan cahaya dan gerak, terselip pesan tentang harapan, doa, dan keseimbangan hidup untuk memasuki tahun 2026 dengan semangat baru.
Tak hanya itu, kemeriahan juga terbagi di dua panggung berbeda. Main Stage menjadi pusat perhatian dengan deretan musisi papan atas seperti Whisnu Santika, Maliq & D’essentials, Lomba Sihir, Navicula, Lolot, hingga Up Girls yang membuat pengunjung terus bergoyang sepanjang malam.
Sementara itu di Bazaar Stage, pengunjung disuguhkan pengalaman yang lebih variatif. Mulai dari pertunjukan Tari Kecak, Color Party, pemutaran Program Film Pendek Indonesia, sampai sesi Beauty Demo yang ramai diserbu kaum muda.
Tagline “Siapkan Neon Gear-mu” benar-benar terasa di seluruh area GWK. Warna-warna cerah dari busana pengunjung berpadu dengan tata cahaya, menciptakan atmosfer pesta rakyat modern yang unik dan instagramable.
Baca Juga :
Jadwal Konser 2026 di Indonesia: Padi Reborn, aespa, hingga WestlifeKehadiran MyMelali X Pasar Keliling yang buka hingga pukul 01.00 WITA juga menambah daya tarik. Puluhan UMKM lokal menawarkan aneka kuliner dan produk kreatif yang membuat pengunjung betah berlama-lama menutup malam terakhir di tahun 2025.
"Tanpa kembang api, tetapi sarat makna, acara coba menjadi bukti bahwa menyambut tahun baru bisa dilakukan dengan cara yang lebih peduli dan inspiratif," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




