Presiden Prabowo Subianto kembali bercerita saat dirinya bergabung ke pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Prabowo mengibaratkan periode itu dia sedang magang 5 tahun di eksekutif.
"Saya bersyukur saya mendapat kesempatan, saya diajak bergabung dalam pemerintah Presiden Joko Widodo. Selama lima tahun, saya masuk ke dalam kekuasaan eksekutif. Jadi bagi saya, lima tahun itu adalah semacam masa magang, masa pembelajaran," kata Prabowo di acara Puncak Natal Nasional 2025, Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026).
Prabowo mengatakan saat pertama kali datang di pelantikan ia sudah bernazar bahwa sebagian orang dalam kabinet akan diajaknya jika menang pilpres. Hal tersebut lantas dibuktikan Prabowo di pemerintahannya saat ini.
"Tapi saya waktu masuk ruang kabinet, saya melihat dan saya katakan. Seandainya saya menang, sebagian besar kabinet itu pasti saya ajak membantu saya. Dan itu terbukti Begitu saya jadi Presiden, ya banyak dari mereka masih tetap saya ajak," ujarnya.
"Kenapa? Karena memimpin mengelola dan mengendalikan pemerintahan untuk sebuah negara sebesar ini, harus terdiri dari putra-putri terbaik," lanjut Prabowo.
Prabowo meyakini orang-orang dalam kabinet Jokowi adalah pilihan terbaik. Ia percaya mereka tidak dipilih secara sembarangan.
"Tidak bisa, tidak bisa kita sembarangan. Jadi Saudara-saudara, ada memang kita harus mengakui dengan kebaikan bangsa Indonesia," ujarnya.
Setelah menjadi presiden, Prabowo berkomitmen terus berupaya dan bekerja sangat keras untuk menyejahterakan masyarakat. Ia bekerja dibantu oleh para jajarannya kabinetnya yang diyakini sebagai putra-putri terbaik Indonesia.
"Karena itu saya bersama pembantu-pembantu saya, bekerja sangat keras. Sudah satu tahun kita menerima tugas dari bangsa Indonesia, saya dibantu oleh pembantu-pembantu saya, orang yang saya akui adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia," ucap Prabowo.
(eva/jbr)





