GenPI.co - BPBD Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyebut kerugian akibat bencana akhir November 2025, mencapai Rp 6,5 triliun.
Kepala BPBD Agam Rahmat Lasmono mengatakan bencana telah menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, pendidikan, pertanian, peternakan, dan lainnya.
“Total kerugiannya mencapai Rp 6,5 triliun. Nominal tersebut, hasil pendataan organisasi perangkat daerah,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (6/1).
Dia merinci ada 1.729 rumah yang rusak berat, hanyut, dan kondisinya terancam. Kemudian, 27 tempat ibadah dan 121 unit fasilitas pendidikan rusak.
Kemudian, ada 40 jembatan yang rusak, lahan pertanian, jalan, perkantoran, ternak, dan lainnya, juga terdampak bencana.
“Semua data kerusakan itu, masih tahap verifikasi dan validasi di lapangan, yang dilakukan tim teknis,” ujarnya.
Bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliun pada akhir November 2025 di Agam, menyebabkan 165 orang meninggal dunia.
Selain itu, menyebabkan 3.246 orang mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah kabupaten setempat pun memberi layanan dasar kepada warga terdampak.
Pemkab Agam juga menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) di Palembayan, Ampek Koto, Malalak, Palupuh, dan Tanjung Raya.
“Untuk percepatan pembersihan material bencana, dibutuhkan 63 alat berat berupa ekskavator dan truk jungkit,” ucapnya. (ant)
Jangan lewatkan video populer ini:



