Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya dapat menaikkan tarif impor terhadap India. Hal ini menyusul sikap negara tersebut yang belum membatasi pembelian minyak dari Rusia.
Trump menyebut kejengkelannya sudah diketahui oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi. Ia yakin bahwa sang perdana menteri tahu apa yang harus dilakukan oleh India.
Baca Juga: Presiden Sementara Venezuela Diancam Trump Akan Disengsarakan Melebihi Maduro
“(Perdana Menteri Narendra) Modi adalah orang yang baik. Dia tahu saya tidak senang, dan penting untuk membuat saya senang,” kata Trump, dilansir Selasa (6/1).
Trump menambahkan bahwa pihaknya memiliki ruang untuk mengambil langkah cepat dalam kebijakan dagang terhadap India.
“Mereka melakukan perdagangan, dan kami bisa menaikkan tarif terhadap mereka dengan sangat cepat,” ujarnya.
Pernyataan Trump muncul setelah berbulan-bulan negosiasi dagang antara India dan AS. Sebelumnya, Amerika Serikat menggandakan tarif impor atas sejumlah produk asal mitra dagangnya itu menjadi 50%. Hal itu dilakukan sebagai bentuk sanksi atas tingginya pembelian minyak oleh negara tersebut dari Rusia.
Baca Juga: Bukannya Dapat Pujian, Ulah Trump Malah Panen Cacian dari Rakyat AS, 'Kedok Perangi Narkoba Padahal Incar Minyak'
India menjadi salah satu pembeli utama minyak dari Rusia. New Delhi memanfaatkan diskon harga untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Namun, kebijakan tersebut terus menjadi sumber ketegangan dalam hubungan dagang India-AS.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F06%2Fe5bad8db-192a-49a9-b45b-fbcb8be9d6eb.jpg)

/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2026%2F01%2F05%2Fc9bd3025-a61d-4aeb-8816-534169f3dd9c_jpg.jpg)