Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menutup Posko Nasional Sektor ESDM untuk periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 setelah memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman dan terkendali.
Penutupan posko dilakukan oleh Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhiawan Wibisono mewakili Menteri ESDM.
"Seluruh rangkaian penyediaan dan pendistribusian energi berjalan aman, lancar, dan terkendali", ungkapnya.
Ketahanan Pasokan Energi Terjaga StabilKetua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati, menjelaskan bahwa kondisi pasokan energi selama periode pemantauan dari 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 berada dalam keadaan aman, mencakup Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, gas bumi, dan listrik.
"Untuk sektor BBM, kondisi ketersediaan stok selama posko Natal dan tahun baru aman", ia mengungkapkan.
Rata-rata coverage day untuk BBM nasional selama masa posko tercatat sekitar 21 hari, dengan rentang antara 16 hingga 35 hari.
Pada masa yang sama, terdapat perubahan pola konsumsi BBM:
Gasolin mengalami peningkatan sebesar 0,9 persen, sedangkan avtur naik 5,5 persen.
Sementara itu, gasoil turun 3,4 persen dan kerosin menurun 6,2 persen.
Kementerian ESDM mencatat peningkatan konsumsi avtur dipicu oleh meningkatnya mobilitas angkutan udara selama masa libur akhir tahun.
Sementara itu, kenaikan gasolin cenderung terbatas karena banyak masyarakat menggunakan angkutan umum serta kendaraan dengan efisiensi bahan bakar tinggi.
LPG, Gas Bumi, dan Listrik Tetap TerkendaliPada sektor LPG, pasokan dijaga melalui kesiapsiagaan 40 terminal LPG, 736 stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji, serta 6.634 agen LPG di seluruh Indonesia.
Rata-rata coverage day stok LPG nasional selama masa posko tercatat 12,8 hari.
"Coverage day stok LPG nasional berkisar 10 sampai 16 hari selama masa posko", jelas Erika.
Tingkat penyaluran LPG tercatat meningkat 10,6 persen dibandingkan kondisi normal.
Pada sektor gas bumi, penyaluran niaga meningkat 4,3 persen dibandingkan periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Kementerian ESDM juga menghadapi tantangan terkait pemulihan fasilitas pemasok gas di wilayah Aceh dan Sumatera Bagian Utara akibat bencana alam.
Untuk sektor ketenagalistrikan, daya mampu pasok dan operasi sistem listrik nasional berjalan normal dan tanpa gangguan signifikan selama libur akhir tahun.
Pengawasan Geologi Aktif Selama Masa PoskoSelain pemantauan pasokan energi, Posko Nasional Sektor ESDM juga melaksanakan pengawasan terhadap potensi kebencanaan geologi.
Selama periode posko, tercatat satu gunung api berstatus awas, dua gunung api berstatus siaga, dan 24 gunung api dalam status waspada.
Penutupan posko menjadi penanda berakhirnya kegiatan pemantauan intensif energi dan geologi dalam rangka pengamanan pasokan selama masa liburan nasional.




