JAKARTA, DISWAY.ID -- Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, Nadiem Anwar Makarim (NAM), mengklaim bahwa harta kekayaannya justru berkurang selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Nadiem menegaskan bahwa selama lima tahun mengemban jabatan menteri, ia tidak berorientasi pada keuntungan materi, melainkan bentuk pengabdian kepada negara.
“Selama lima tahun mengabdi sebagai menteri, justru kekayaan saya menyusut,” ujar Nadiem saat membacakan nota keberatan (eksepsi) pribadi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus dugaan korupsi Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin, 5 Januari 2026.
BACA JUGA:4 Kali Ikut Pemilu dan 3 Kali Kalah, Prabowo Berseloroh: Waktu Itu Pak Luhut Tak Dukung Saya!
BACA JUGA:Prabowo Singgung Budaya Nyinyir di Kalangan Elit: Tak Masalah, Kita Buktikan dengan Kerja Nyata!
"Hilanglah kesempatan saya untuk mendapatkan saham tambahan yang diberikan kepada para pimpinan Gojek setelah saya keluar. Hilanglah gaji besar saya. Hilanglah ketenangan batin saya," sambungnya.
Nadiem bercerita, saat diberikan amanah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ia harus meninggalkan puncak kejayaannya di Gojek.
Keputusan itulah yang membuatnya kehilangan gaji besar dan kesempatan untuk mendapatkan tambahan saham yang biasa diberikan oleh pimpinan perusahaan.
Nadiem pun mengaku sempat dibujuk oleh orang terdekatnya untuk menolak jabatan sebagai menteri.
Namun ia bersikeras untuk tetap maju dengan alasan hatinya merasa terpanggil oleh negara untuk memperbaiki masa depan anak-anak Indonesia.
BACA JUGA:Prabowo Kembali Sebut Jokowi, Ngaku Magang 5 Tahun di Pemerintahan saat Jadi Menhan
BACA JUGA:Hadiri Natal Nasional 2025, Prabowo Tegaskan Jati Diri Indonesia sebagai Bangsa Majemuk
"Semua kenyamanan sebelumnya saya lepas dengan ikhlas untuk mencoba memperbaiki masa depan anak anak indonesia. Mata saya tidak tertutup. Saya tahu saya sangat mungkin gagal. Saya tahu saya bisa dikorbankan. Tapi itulah resiko perjuangan," tuturnya.
Dia mengaku bahwasanya tidak menguasai bidang birokraksi, pendidikan maupun politik.
Oleh karena itu ia harus cepat belajar dan beradaptasi di dunia pendidikan serta birokraksi.
- 1
- 2
- 3
- »


