Sentimen Venezuela Kerek Saham Minyak AS, Chevron Naik 5 Persen

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun produksinya anjlok dalam beberapa dekade terakhir akibat salah kelola.

Sentimen Venezuela Kerek Saham Minyak AS, Chevron Naik 5 Persen. Foto: AP.

IDXChannel - Saham perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Senin (5/1/2026) waktu setempat, didorong optimisme investor terhadap potensi akses ke cadangan minyak Venezuela.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mengambil alih negara Amerika Selatan tersebut menyusul penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Menguat, Saham Teknologi dan Energi Naik usai Operasi Militer AS di Venezuela

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun produksinya anjlok dalam beberapa dekade terakhir akibat salah kelola, minimnya investasi asing setelah nasionalisasi industri minyak, serta sanksi internasional.

Pemerintahan Trump berencana bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak AS akhir pekan ini untuk membahas peningkatan produksi minyak Venezuela, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Baca Juga:
Harga Emas Sentuh Level Tertinggi Sepekan usai Serangan AS ke Venezuela

Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintahan Trump telah menyampaikan kepada para eksekutif minyak AS bahwa mereka harus segera kembali ke Venezuela dan menanamkan modal besar untuk memulihkan industri minyak yang rusak.

Melansir Reuters, saham Chevron, satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di ladang minyak Venezuela, naik 5 persen.

Baca Juga:
Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Gejolak Venezuela

Sementara itu, saham perusahaan penyulingan AS seperti Marathon Petroleum, Phillips 66, PBF Energy, dan Valero Energy menguat antara 3,4 persen hingga 9,3 persen.

Harga minyak ditutup naik USD1 per barel. Analis mencatat bahwa dalam pasar global yang saat ini kelebihan pasokan, gangguan lanjutan terhadap ekspor Venezuela tidak akan berdampak besar dalam waktu dekat.

Trump menegaskan embargo terhadap seluruh ekspor minyak Venezuela tetap diberlakukan sepenuhnya untuk sementara waktu.

Minyak mentah Venezuela merupakan jenis berat dan asam dengan kandungan sulfur tinggi, sehingga cocok untuk produksi diesel dan bahan bakar berat lainnya, meskipun dengan margin keuntungan yang lebih rendah dibandingkan jenis minyak lain, khususnya dari Timur Tengah.

"Jenis minyak ini sangat sesuai dengan konfigurasi kilang di kawasan Pantai Teluk AS, yang secara historis dirancang untuk mengolah minyak berat seperti ini,” ujar analis riset di Pepperstone,  Ahmad Assiri.

Keberadaan Chevron di Venezuela saat ini, melalui izin khusus dari pemerintah AS, menempatkannya sebagai pihak yang berpotensi menjadi penerima manfaat awal jika terjadi perubahan kebijakan. Di sisi lain, perusahaan penyulingan juga berpeluang diuntungkan dari meningkatnya ketersediaan minyak berat yang lokasinya lebih dekat ke AS.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PB Pertacami siapkan atlet untuk tembus Asian Games 2026
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Kembalinya Mount dan Fernandes Jadi Angin Segar Bagi MU Usai Pemecatan Amorim
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pedagang Tanah Abang Cerita Baju Lebaran Gamis Rompi Lepas Sudah Diserbu
• 5 jam laludetik.com
thumb
Banjir di Banjar Kalsel, Pemkab Perpanjang Status Tanggap Darurat
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
BRI BO Tanah Abang Laksanakan Aksi Sosial Penanaman Pohon di Kampung Bali
• 16 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.