jpnn.com - Kegiatan belajar mengajar di Provinsi Aceh sudah mulai kembali berjalan per 5 Januari 2026 secara bertahap.
Kegiatan belajar mengajar ini pertama kali dilakukan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada Desember 2025 di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
BACA JUGA: Begini Suasana Sekolah Pertama di Aceh Tamiang, Seusai Banjir Bandang
Misalnya saja, SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, yang pada Senin (5/1), kembali melaksanakan hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, untuk aspek pembelajaran, pemerintah menerapkan kurikulum penanggulangan dampak bencana secara bertahap.
BACA JUGA: 4.000 ASN Aceh Rela Seperti Itu Demi Anak-Anak Kembali ke Sekolah
Pada fase tanggap darurat 0–3 bulan, kurikulum difokuskan pada pembelajaran minimum esensial yang meliputi literasi dasar.
"Lalu numerasi dasar, kesehatan dan keselamatan dini, dukungan psikososial, serta edukasi mitigasi bencana," ujar Abdul dikutip Selasa (6/1).
Selanjutnya, pada fase pemulihan dini selama 3–12 bulan, kurikulum akan disesuaikan menjadi kurikulum adaptif berbasis krisis dengan integrasi mitigasi bencana ke dalam mata pelajaran yang relevan.
"Program pemulihan pembelajaran yang fleksibel, serta penerapan asesmen transisi," katanya.
Adapun pada fase pemulihan lanjutan dalam rentang waktu 1–3 tahun, kurikulum akan diarahkan pada integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran.
"Kengembangan pengetahuan inklusif berbasis ketahanan, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat," bebernya.
BNPB bersama pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung pemulihan sektor pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman, berkelanjutan, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 2.756 satuan pendidikan terdampak banjir dan longsor di Aceh.
Dari jumlah tersebut, 2.226 sekolah telah kembali beroperasi, meskipun sebagian masih berada dalam tahap pemulihan.(mcr10/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




