FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tak hanya dikenal sebagai pejabat publik, tapi juga motivator ulung. Tak terhitung lagi letupan motivasi terlontar darinya.
Ia dikenal sebagai inspirator yang menceritakan perjalanan hidupnya sebagai bukti nyata bahwa kesuksesan bisa diraih dengan tekad kuat, kerja keras, dan pola pikir positif.
Ia tak hanya bernarasi semu. Amran pernah mengalami fase dimana dirinya berada di posisi miskin ekstrim. Perjalanan hidup dari titik terendah hingga menjadi mutiara kerap ia kisahkan di hadapan generasi muda sebagai contoh bahwa siapapun berhak meraih mimpi dan kesuksesan.
Pria asal Sulawesi Selatan ini sering berbagi pesan tentang kerja keras, mimpi besar, integritas, serta pentingnya perubahan pola pikir (mindset) dan tekad kuat untuk meraih kesuksesan, terutama di kalangan pemuda dan mahasiswa melalui kuliah umum dan berbagai acara dengan menekankan konsep: struggle now, enjoy later.
Amran dalam pidatonya juga kerap menyentil seseorang yang hanya pandai bernarasi nyinyir dan menghujat sesamanya. Baginya bernarasi, menghujat, atau hanya omong doang itu hal paling mudah dilakukan.
“Mimpi itu gampang, mengkritik itu gampang, menghujat itu gampang, tetapi bertindak untuk Merah Putih itu tidak gampang. Berbuat yang persisten, itu tidak gampang,” tutur Amran dalam pidatonya, dikutip pada Selasa (6/1/2026).
Namun, lanjut Amran, orang yang pandai bernarasi terdengar indah di telinga, biasanya tindakannya nol.
“Omon-omon itu gampang. Dan yang paling gampang adalah bernarasi dan itu yang terendah. Orang kalau narasinya bagus, indah di telinga, itu biasanya tindakannya kurang,” tegasnya.
Dalam pencerahannya, Amran juga meletupkan tekad kuat generasi muda agar mampu bertahan dalam kondisi apapun, utamanya bertahan dalam tekanan.
“Yang paling berat anak muda bertahan dalam tekanan, ini paling berat. Yang hebat adalah yang kuat dalam tekanan bukan hebat dalam menghujat. Orang-orang sukses awalnya dihujat karena perbuatannya dianggap sia-sia tetapi saat dia sukses. Sebaliknya, yang menghujat hidupnya justru makin mengenaskan,” pungkasnya. (Pram/fajar)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3215828/original/052789100_1598082876-22_Agustus_2020-3_ok.jpg)



