Australia Dikepung Risiko Kebakaran Lahan Seperti di Los Angeles

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Jutaan warga yang tinggal di kawasan pinggiran kota-kota besar Australia menghadapi risiko kebakaran lahan yang makin besar, dengan karakteristik serupa kebakaran mematikan yang melanda Los Angeles pada awal 2025.

Laporan yang dirilis Selasa (6/1/2026) oleh lembaga think tank Climate Council bersama sejumlah mantan kepala pemadam kebakaran Australia mencatat sedikitnya 6,9 juta orang kini bermukim di wilayah pinggiran Sydney, Melbourne, dan Perth.

Kawasan tersebut memiliki pola tata ruang yang mirip dengan daerah terdampak di Los Angeles, yakni permukiman yang berbatasan langsung dengan padang rumput dan semak belukar yang sangat mudah terbakar.

“Hampir setiap ibu kota negara bagian di Australia memiliki kombinasi kondisi berbahaya untuk kebakaran besar seperti di Los Angeles, mulai dari potensi periode kering ekstrem, angin kencang, lereng curam, hingga keberadaan semak belukar di dekat rumah dan rekam jejak kebakaran destruktif,” ujar Greg Mullins, mantan Komisaris Pemadam Kebakaran New South Wales yang juga pernah bekerja dengan otoritas di Amerika Serikat, dikutip dari Bloomberg.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Januari 2025 menewaskan 31 orang dan tercatat sebagai kebakaran hutan berbiaya terbesar di dunia. Estimasi kerugian tertanggung dari bencana tersebut mencapai US$40 miliar menurut Swiss Re.

Climate Council mencatat terdapat sejumlah faktor-faktor yang memperparah bencana tersebut, seperti cuaca tak menentu akibat perubahan iklim serta ekspansi permukiman ke wilayah pinggiran kota yang juga tengah terjadi di Australia.

Baca Juga

  • Raksasa Perdagangan Kedelai Putuskan Hengkang dari Moratorium Deforestasi Amazon
  • Proyek Sampah Jadi Listrik (WtE) Momentum Perbaikan Sistem Pengelolaan Sampah?
  • Limbah Kayu Banjir Sumatra Dimanfaatkan untuk Bangun Hunian Sementara

Australia sendiri memiliki sejarah panjang kebakaran mematikan. Peristiwa Black Summer 2019–2020 menewaskan 33 orang dan menghanguskan sekitar 24 juta hektare lahan.

Laporan tersebut menegaskan perlunya langkah lebih cepat dari otoritas Australia untuk menghapus ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan investasi pada kesiapsiagaan bencana dan ketahanan wilayah.

“Penting untuk menangani penyebab cuaca ekstrem dengan memangkas polusi iklim secara drastis, sambil memastikan lembaga pemadam kebakaran dan pengelolaan lahan memiliki sumber daya memadai serta mempersiapkan komunitas pinggiran kota menghadapi risiko yang terus meningkat,” kata Mullins, yang juga pendiri kelompok Emergency Leaders for Climate Action.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kakek di Situbondo Pencuri 5 Burung Cendet Divonis 5 Bulan Penjara
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar Malaysia Open 2026 Setelah Kalahkan Wakil Taiwan
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Machado Puji Operasi AS, Sebut Penangkapan Maduro Titik Balik Venezuela
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Momen Bersejarah! Maduro Pertama Kali Hadir di Sidang Pengadilan, Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup!
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Anrez Adelio Ngaku Tanggung Jawab Atas Kehamilan Icel: Sudah Ada Kesepakatan
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.