CEO Nvidia, Jensen Huang, mengguncang panggung pameran teknologi tahunan CES di Las Vegas pada Senin (5/1/2026) dengan memperkenalkan Alpamayo. Platform teknologi terbaru ini diklaim mampu membuat mobil tanpa pengemudi (self-driving) memiliki kemampuan bernalar layaknya manusia.
"Alpamayo menghadirkan penalaran pada kendaraan otonom, memungkinkan mereka memikirkan skenario langka, berkendara dengan aman di lingkungan yang kompleks, dan menjelaskan keputusan mengemudi mereka," ujar Huang di hadapan ratusan pengunjung.
Kolaborasi dengan Mercedes-BenzSelain perangkat lunak, Nvidia juga mengumumkan langkah konkret di dunia otomotif dengan memproduksi mobil tanpa pengemudi pertama yang ditenagai teknologi mereka, yakni Mercedes-Benz CLA. Bekerja sama dengan produsen mobil asal Jerman tersebut, kendaraan ini dijadwalkan meluncur di Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang, sebelum menyusul ke pasar Eropa dan Asia.
Dalam presentasinya, Huang menampilkan video demonstrasi Mercedes-Benz bertenaga AI yang melaju di jalanan San Francisco. Terlihat seorang penumpang duduk di balik kemudi dengan tangan tetap berada di pangkuan tanpa menyentuh setir.
"Mobil ini berkendara dengan sangat alami karena ia belajar langsung dari demonstrator manusia," kata Huang. "Namun dalam setiap skenario... ia memberi tahu Anda apa yang akan dilakukan, dan ia menalar tentang apa yang akan dilakukannya."
Visi Robotaxi dan Open SourceNvidia juga membuka akses model AI Alpamayo secara gratis di platform Hugging Face. Langkah ini memungkinkan para peneliti kendaraan otonom untuk mengakses kode dasar dan melatih ulang model tersebut guna mempercepat perkembangan ekosistem AI fisik.
Lebih lanjut, Huang mengungkapkan ambisi besar Nvidia untuk meluncurkan layanan robotaxi pada tahun depan. Meski demikian, Nvidia masih merahasiakan mitra kerja sama maupun lokasi operasional layanan tersebut. "Visi kami adalah suatu hari nanti, setiap mobil, setiap truk, akan menjadi otonom," tegasnya.
Efisiensi Energi lewat Chip "Rubin"Di tengah posisi Nvidia sebagai perusahaan publik paling berharga di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$4,5 triliun, perusahaan ini juga memperkenalkan chip AI terbaru bernama Rubin. Chip yang sangat dinantikan ini diklaim lebih hemat energi dibandingkan lini produk saat ini dan diharapkan mampu menekan biaya pengembangan teknologi AI secara global.
Analis PP Foresight, Paolo Pescatore, menilai langkah ini memperkuat kepemimpinan Nvidia. "Alpamayo mewakili pergeseran mendalam bagi Nvidia, berpindah dari perusahaan komputasi menjadi penyedia platform bagi ekosistem AI fisik," pungkasnya. (BBC/Z-2)




