Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 2 poin atau 0,03 persen di level 8.861 pada pembukaan perdagangan Selasa, 6 Januari 2026.
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini.
"IHSG potensi koreksi wajar hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 6 Januari 2026.
- VIVA/Muhamad Solihin
Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026 kemarin, sementara harga minyak bergerak volatil seiring investor menilai dampak aksi militer AS di Venezuela dan bersiap menghadapi banjir data ekonomi pada pekan perdagangan penuh pertama tahun ini.
Pelaku pasar mencermati implikasi geopolitik setelah AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Presiden AS, Donald Trump menyatakan, Washington akan menempatkan Venezuela di bawah kendali sementara AS.
Harga minyak mentah bergerak tidak stabil. di tengah evaluasi pasar terhadap intervensi AS di Venezuela dan keputusan OPEC+ yang mempertahankan level produksi.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,97 persen, Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,03 persen, Kospi Korea Selatan melesat 3,43 persen, Taiex Taiwan menguat 2,57 persen, dan S&P/ASX 200Australia naik tipis 0,1 persen.
"Support IHSG berada di level 8.780-8.800 sementara resist IHSG di rentang 8.880-8.900," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat signifikan pada perdagangan Senin kemarin, meskipun AS melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.
Selain itu, pelaku pasar menilai langkah tersebut tidak akan memicu konflik geopolitik yang meluas dan berpotensi mengganggu stabilitas pasar global. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,23 persen, S&P 500 naik 0,64 persen, dan Nasdaq Composite menguat 0,69 persen.





