jpnn.com, JAKARTA - Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama mengatakan langkah praktis yang bisa dilakukan untuk mencegah super flu, yang pertama adalah vaksinasi influenza tahunan.
H3N2 super flu terdeteksi masuk ke Indonesia sejak 25 Desember 2025 lalu. Hingga saat ini dilaporkan tercatat total ada 62 kasus di delapan provinsi, terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
BACA JUGA: 5 Orang di Sumsel Terjangkit Super Flu
"Sehingga aman, tidak bikin flu dan sangat dianjurkan, terutama untuk keluarga atau pekerja publik," kata Ngabila dikutip Selasa (6/1).
Selanjutnya, kata dia, menerapkan gaya hidup sehat adalah faktor utama agar terhindar dari super flu itu.
BACA JUGA: Masyarakat Diminta Tidak Menyepelekan Virus Super Flu
Termasuk juga mengenakan masker saat flu atau di kerumunan, kemudian rutin mencuci tangan.
"Selanjutnya tidur cukup dan kelola stres. Imunitas sangat bergantung pada ini. Terakhir, makan bergizi dan cairan cukup. Jadi, usahakan dalam makanan itu ada protein, sayur dan buah, jangan cuma karbohidrat," kata Ngabila.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membeberkan terkait munculnya virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut sebagai super flu.
Budi memastikan virus super flu tidak tidak mematikan seperti saat COVID-19 atau tuberkulosis (TBC).
"Jadi enggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2," kata Budi.
Meski tidak seberbahaya COVID-19, dia mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan imunitas dengan istirahat yang cukup, berolahraga yang rutin.
Virus H3N2 super flu ini berbahaya bagi balita, lansia, penderita penyakit kronis, komorbidtas, penyakit jantung bawaan pada anak, kardiovaskular pada dewasa, penderita kanker, dan pasien dengan obat yang menekan imunitas.
Penderita super flu akan mengalami, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, sakit kepala dan kelelahan.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul



