Markas Scam Jaringan Internasional di Sleman Digerebek, Karyawan hingga Kendaraan Diangkut Polisi

suara.com
1 hari lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Polresta Yogyakarta menggerebek markas dugaan sindikat penipuan online internasional di Sleman pada Senin (5/1/2026) siang.
  • Lokasi penggerebekan beralamat di Jalan Gito Gati, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, dengan nama kantor terpasang Altair TS.
  • Polisi membawa sejumlah orang dan kendaraan menggunakan truk pasca penggerebekan; kasus masih didalami kepolisian.

Suara.com - Polresta Yogyakarta menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi markas sindikat penipuan online atau scam jaringan internasional di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penggerebekan tersebut dilakukan pada Senin (5/1/2026) kemarin. Aksi penggerebekan itu menggegerkan warga sekitar.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, sudah tidak ada aktivitas dari kantor pada Selasa (6/1/2025) usai digerebek polisi kemarin.

Terlihat hanya ada papan nama kantor yang tertempel di dinding yakni Altair TS.

Sejumlah warga mengaku terkejut dengan penggerebekan itu.

Saksi mata bernama Jesica (22) mengatakan aparat mulai berdatangan sejak siang hari dan aktivitas penggerebekan berlangsung hingga sore.

Disampaikan Jesica, aparat datang dengan dua truk, dua mobil polisi, serta beberapa motor. Ia melihat sejumlah orang dibawa menggunakan truk keluar dari kantor tersebut.

Selama ini, ia hanya mengetahui tempat itu ramai oleh anak-anak muda yang disebut bekerja sebagai admin.

"Motor sama orang-orang dari kantor itu dibawa," kata Jesica ditemui Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Resmi Cabut Laporan, Inara Rusli Pilih Patuh sebagai Istri Insanul Fahmi

Jesica menuturkan, aktivitas di bangunan itu terkesan tertutup. Dari luar, sesekali para pekerja hanya terlihat duduk sambil memainkan ponsel.

Ia menyebut karyawan berpakaian bebas dan sebagian besar masih berusia muda. Kantor itu pun disebut beroperasi selama 24 jam.

"Kalau pas saya tanya itu kerjanya jadi admin. Kalau pada nongkrong di situ pada sambil mainan hp terus," ujarnya.

Ilustrasi Scam. [Pixabay]

Warga lain berinisial N mengungkapkan hal serupa. Ia mengatakan sejak siang hari polisi sudah terlihat memantau lokasi dan kondisi saat penggerebekan berlangsung cukup ramai.

Ia menuturkan bahwa para pekerja biasanya memarkir motor dan mobil di depan lokasi. Para pekerja itu hampir masuk setiap hari.

Namun pihaknya mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas di dalam. Dia hanya mendengar dari warga sekitar bahwa mereka bekerja sebagai customer service atau admin.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Disebut Cari Aman Pilih SBN Ketimbang Kredit, Bank Buka Suara
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Melonguane, Sulawesi Utara
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Calon Pemilik Baru Kasih Info Penting Terkait Akuisisi Mandom (TCID)
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo hadiri panen raya di Karawang, umumkan swasembada pangan
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Kurs BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Hari Ini (7/1) Saat Rupiah Dibuka Melemah
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.