Bisnis.com, PEKANBARU - Dermaga Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak Provinsi Riau dilaporkan ambruk pada Senin (5/1/2026) sore.”
Pemerintah Kabupaten Siak memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa itu. Aspek keselamatan masyarakat disebut tetap menjadi prioritas.
“Kami akan mengawal penanganan insiden ini karena pelabuhan KITB merupakan salah satu aset strategis daerah,” ujar Bupati Siak Afni Zulkifli, Selasa (6/1/2025).
Afni menjelaskan, Pelabuhan Tanjung Buton saat ini berada di bawah pengelolaan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjung Buton, Kementerian Perhubungan, sejak akhir Oktober 2024. Sebelumnya, pengelolaan pelabuhan sempat disewakan kepada BUMD, PT Samudera Siak.
Menurut Pemkab Siak, perubahan pengelolaan tersebut telah menjadi bahan evaluasi sejak awal masa jabatannya. Evaluasi itu berujung pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sirkuler pada 5 Agustus 2025, yang memutuskan memberhentikan Direksi dan Komisaris PT Samudera Siak serta menunjuk pengurus baru.
“Keputusan ini diambil menyusul penilaian terhadap kinerja manajemen lama yang dinilai lalai dalam menjaga potensi strategis daerah,” ujarnya.
Baca Juga
- APBD Riau 2026 Minus Rp1,2 Triliun, Pemprov Utamakan Penyelesaian Tunda Bayar
- Hujan Deras di Hulu, Waduk Koto Panjang Buka Pintu Air Pelimpah Hari Ini (30/12)
- Ampuni Denda Pajak Kendaraan (PKB), Riau Pulihkan PAD Rp224,94 Miliar
Dengan kepengurusan baru, Pemkab Siak berupaya mengembalikan kepercayaan Kementerian Perhubungan agar pengelolaan Pelabuhan Tanjung Buton dapat diberikan kembali kepada BUMD. Pimpinan daerah bersama DPRD juga telah menyampaikan langsung komitmen tersebut ke Kementerian Perhubungan.
Pemkab menilai ambruknya dermaga menjadi tantangan dalam upaya mengembalikan kepercayaan pemerintah pusat. Meski begitu, pemerintah daerah menegaskan tetap memperjuangkan pengelolaan aset strategis itu.
Pelabuhan KITB diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah, meningkatkan pendapatan asli daerah, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kami berharap penanganan ambruknya dermaga dapat segera dilakukan oleh pihak terkait agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu lebih lama,” kata Afni.





