Bandara Internasional Juanda melayani total 864 ribu penumpang selama 21 hari masa operasional Angkutan Udara Natal dan Tahun Baru yang resmi berakhir Senin (5/1/2026) kemarin.
Muhammad Tohir General Manager Bandara Internasional Juanda mengatakan, berkat dukungan dan kerjasama semua pihak, posko
terpadu angkutan udara Nataru berjalan maksimal dengan mengedepankan aspek keselamatan.
“Semua instansi stakeholder bandara telah membantu untuk menjaga aspek keselamatan juga keamanan penerbangan sesuai dengan program 3S + 1C (Safety, Security, Services dan Compliance), sehingga kami dapat melayani hingga 864 ribu penumpang,” kata Tohir dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Selama periode posko yang berlangsung sejak 15 Desember 2025, Bandara Juanda mencatat ada peningkatan penumpang sebanyak 0,7 persen dari tahun 2024 yang sebelumnya mencapai 858.109 penumpang .
Kemudian untuk jumlah pergerakan pesawat sebanyak 5.923 flight atau naik 2,5 persen dari tahun lalu, yakni 5.779 pergerakan pesawat. Selain itu, sejumlah maskapai
telah mengajukan extra flight dengan total keseluruhan 292 flight.
Tohir menjelaskan, untuk jumlah ekstra flight yang terealisasi pada libur natal 2025 dan tahun baru 2026 ini sebanyak 201 flight dengan persentase 69 persen dari jumlah pengajuan.
Sementara itu maskapai yang mengadakan extra flight yaitu Citilink sebanyak 122 flight, Lion Air 70 flight dan Garuda Indonesia 9 flight. Sedangkan untuk rincian rute yaitu Denpasar (DPS) 107 flight.
Kemudian Jakarta (CGK) 25 flight, Banjarmasin (BDJ) sebanyak 22 flight, Pekanbaru (PKU) 18 flight, Palembang (PLM) 14 flight, Jakarta (HLP) 8 flight, Lombok (LOP) 4 flight dan Kupang (KOE) 3 flight.
Tohir menyebut rute favorit pada arus libur natal dan tahun baru kali ini adalah Jakarta (CGK) sebanyak 158.750 penumpang, disusul Denpasar (DPS) juga menjadi rute favorit kedua sebanyak 96.234 penumpang dan yang ketiga adalah Makassar (UPG) sebanyak 53.554 penumpang.
Sedangkan untuk penerbangan internasional yang menjadi jumlah penumpang terbanyak yaitu Kuala Lumpur (KUL) sebanyak 46.241 penumpang dan Singapura (SIN) sebanyak 40.464 penumpang.
“Kami bersyukur karena meski jumlah penumpang dan pesawat cukup banyak, standar pelayanan kepada pengguna jasa dapat terjaga. Kondisi-kondisi di lapangan dapat diselesaikan dengan baik berkat dukungan semua pihak,” tandas Tohir.(wld/lta/ham)




