Israel Gempur Lebanon Jelang Rencana Pelucutan Senjata Hizbullah

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Beirut: Angkatan udara Israel melancarkan serangkaian serangan ke wilayah selatan dan timur Lebanon pada Senin, 5 Januari 2026, dengan alasan menargetkan infrastruktur milik kelompok Hizbullah dan Hamas, di tengah ketegangan yang masih tinggi beberapa bulan setelah perang lintas perbatasan berakhir.

Serangan tersebut terjadi beberapa hari sebelum panglima angkatan darat Lebanon dijadwalkan melaporkan kepada pemerintah mengenai upaya pelucutan senjata Hizbullah di kawasan dekat perbatasan Israel, sebuah proses sensitif yang berlangsung di bawah tekanan Israel dan Amerika Serikat (AS), menurut Associated Press.

Dilansir dari India Today, Selasa, 6 Januari 2026, hampir dua jam sebelum serangan dimulai, juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengeluarkan peringatan publik melalui platform X. Ia menyatakan militer Israel akan menyerang target Hezbollah dan Hamas di dua desa di Lembah Bekaa, Lebanon timur, serta dua desa lainnya di wilayah selatan Lebanon.

“Setiap lokasi yang digunakan untuk aktivitas teror oleh Hizbullah atau Hamas akan menjadi target,” demikian pernyataan militer Israel, yang menyebut lokasi-lokasi tersebut sebagai bagian dari infrastruktur teroris yang mengancam keamanan Israel.

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan salah satu serangan menghantam sebuah rumah di desa Manara, Lembah Bekaa, yang disebut milik Sharhabil al-Sayed, komandan militer Hamas yang tewas dalam serangan drone Israel pada Mei 2024.

Serangan pada Senin itu juga menyasar desa-desa di utara Sungai Litani, jauh dari zona perbatasan langsung. Pejabat Lebanon menyatakan pemerintah menargetkan pembersihan seluruh keberadaan bersenjata Hizbullah di wilayah selatan Litani sebelum akhir 2025, sesuai pengaturan keamanan pascaperang.

Tentara Lebanon sebelumnya telah mulai melucuti senjata faksi-faksi Palestina sejak tahun lalu, namun persenjataan Hezbollah tetap menjadi isu paling sensitif secara politik dan militer. Pemerintah dijadwalkan kembali membahasnya dalam rapat Kamis mendatang yang akan dihadiri Panglima Angkatan Darat Jenderal Rudolph Haikal.

Upaya pelucutan senjata ini menyusul perang selama 14 bulan antara Israel dan kelompok yang didukung Iran tersebut, yang meletus setelah serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023. Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel sehari setelahnya, memicu eskalasi berkepanjangan.

Israel kemudian melancarkan kampanye udara besar-besaran di Lebanon pada September 2024, disusul operasi darat yang menewaskan sebagian besar pimpinan politik dan militer senior Hizbullah. Konflik itu berakhir pada November 2024 melalui gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Meski gencatan senjata telah diberlakukan, Israel masih melakukan serangan hampir setiap hari. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mencatat sedikitnya 127 warga sipil tewas akibat serangan Israel pascagencatan senjata.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangan drone terhadap sebuah mobil di desa Braikeh, Lebanon selatan, pada Senin melukai dua orang. Israel mengatakan serangan tersebut menargetkan dua anggota Hizbullah.

Baca juga:  Israel Lancarkan Serangan Udara di Lebanon Meski Ada Gencatan Senjata


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Janji Prabowo: Seluruh Desa di Indonesia Terima MBG Tahun 2026
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
3 Rekomendasi HP RAM Besar yang Tidak Cepat Panas, Cocok untuk Main Game
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pembangunan IKN Didorong Berjalan Seimbang antara Infrastruktur dan Lingkungan
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Morgan Stanley Tengah Ajukan Spot Bitcoin dan Solana ETF
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Maling di Palmerah Jakbar: Kepergok, Tembak Warga, Lalu Kabur
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.