PT Kimia Farma Tbk (KAEF) resmi menandatangani Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham atau Shareholder Loan (SHL) sebesar Rp846 miliar dengan PT Bio Farma (Persero) pada 31 Desember 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Perseroan menjaga stabilitas keuangan di tengah tekanan pengelolaan modal kerja.
Bio Farma sendiri merupakan pemegang saham utama Kimia Farma dengan kepemilikan sebesar 89,82% dari seluruh saham yang diterbitkan Perseroan. Selain itu, Bio Farma dan Kimia Farma berada di bawah pengendali yang sama, yakni Negara Republik Indonesia melalui kepemilikan 1 saham Seri A Dwiwarna.
Saat ini, Kimia Farma menghadapi tantangan dalam mengelola modal kerja agar keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas tetap terjaga. Di sisi lain, kenaikan suku bunga pinjaman turut menjadi tekanan signifikan, khususnya dalam menjaga kesehatan arus kas Perseroan.
Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Ungkap Transaksi Rp3,49 Triliun, Soal Apa?
“Untuk menghadapi tantangan ini, Perseroan melakukan Rencana Restrukturisasi Perusahaan (RRP) untuk mengupayakan stabilitas keuangan dan mendukung pertumbuhan bisnisnya. Salah satu strategi sebagaimana RRP adalah melalui perolehan modal kerja untuk mencukupi kebutuhan operasional melalui mekanisme Pinjaman Pemegang Saham atau Shareholder Loan (SHL),” kata manajemen.
Melalui rencana tersebut, Perseroan diharapkan memperoleh tambahan dana kas yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, pelunasan kewajiban operasional, serta kebutuhan lain demi keberlangsungan usaha jangka pendek.
Penggunaan dana itu antara lain untuk mendukung core operasional yang berdampak langsung pada produksi dan penjualan, memenuhi kewajiban pembayaran terkait regulasi, serta menyelesaikan utang dagang dan utang operasional.
Baca Juga: Perkuat Stabilitas Finansial, Kimia Farma Apotek Restrukturisasi Keuangan Rp5 T bersama Lima Bank
"Pinjaman pemegang saham ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan karena digunakan untuk menambah modal kerja dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan, sehingga ke depan diharapkan kinerja Perseroan dapat meningkat serta menjamin keberlangsungan usaha Perseroan,” ujar manajemen.
Dalam rangka penilaian atas rencana SHL tersebut, Kimia Farma mengajukan pinjaman pemegang saham sebesar Rp846 miliar dengan jaminan maksimal Rp775,2 miliar. Jaminan itu berupa aset tanah, bangunan, piutang, dan persediaan, atau setara dengan 120% dari nilai Rp646 miliar.




