JAKARTA, DISWAY.ID -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut banjir yang merendam sejumlah wilayah Ibu Kota dapat surut dalam waktu 1 jam.
Hal ini bisa terjadi berkat upaya pencegahan (preventif) yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Upaya preventif tersebut menyiagakan seluruh pompa yang dimiliki Dinas SDA, baik stasioner maupun portable.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Ditarget Tembus Ranking FIFA 110 Dunia: John Herdman Bikin Malaysia Panik, Vietnam Angkat Topi
BACA JUGA:Jawaban KAI Soal Kapan Tiket Kereta Lebaran 2026 Dibuka, Pemudik Siap-Siap War
Setidaknya Dinas SDA memiliki 1.200 pompa stasioner dan portabel yang tersebar di 5 wilayah Jakarta.
"Pompa kita siapkan, begitu hujan, Jakarta tidak sampai 1 jam sudah kering kembali," kata Pramono di Cakung, Jakarta Timur pada Selasa, 6 Januari 2025.
Pramono juga menyiagakan rumah pompa dan pintu air untuk menanggulangi banjir Rob di pesisir Jakarta yang diprediksi terjadi hingga 7 Januari 2026.
Rumah pompa dan pintu air yang disiagakan meliputi Pintu Air Marina, Rumah Pompa Waduk Pluit, Pompa/Polder Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, Pompa Tanjungan.
BACA JUGA:5 Skincare untuk Meratakan Warna Kulit Wajah, Rahasia Glowing tanpa Noda Hitam
BACA JUGA:Polda Metro Jaya Tetapkan Ricard Lie sebagai Tersangka, Pemeriksaan Dijadwalkan Besok
Dengan begitu, banjir pasang air laut tidak berdampak parah bagi warga yang bermukim di wilayah pesisir.
"Seperti 2-3 hari yang lalu, sebenarnya ROB-nya juga naik. Tapi karena pompanya lebih siap," ucapnya.
Pramono pun terus memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara harian.
Bila terdapat potensi hujan ekstrem di wilayah Jakarta maka BPBD bergerak cepat melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).
- 1
- 2
- »


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5465983/original/055257700_1767785110-19659.jpg)


