Penulis: Yudi Irawan
TVRINews – Tasikmalaya, Jawa Barat
Insiden Tragis Saat Liburan Sekolah di Tasikmalaya Menelan Korban Jiwa
Suasana liburan sekolah di Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berakhir tragis pada Senin 5 Januari 2026. Seorang pelajar perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus saat berenang di aliran Sungai Batu Beulah.
Peristiwa ini bermula ketika korban sedang menghabiskan waktu libur bersama tiga rekannya di area sungai tersebut.
Meski permukaan air awalnya terlihat tenang, kondisi arus bawah sungai dilaporkan berubah drastis dan membahayakan keselamatan para remaja tersebut.
Dua dari empat anak yang berada di lokasi sempat terbawa arus kuat. Seorang di antaranya berhasil diselamatkan oleh warga sekitar yang berada di lokasi kejadian, namun korban lainnya hilang ditelan aliran sungai.
Mendapati laporan adanya anak yang hilang, warga setempat bersama aparat segera melakukan operasi pencarian darurat. Mengingat keterbatasan alat, proses pencarian dilakukan secara konvensional dengan menyisir aliran sungai serta melakukan penyelaman manual.
Petugas dan warga bahkan membentangkan tali di sepanjang aliran sungai sebagai pengaman sekaligus alat bantu navigasi saat menyelami titik-titik yang diduga menjadi lokasi tersangkutnya korban.
Idid, seorang saksi mata di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa warga telah berupaya maksimal melakukan penyelamatan sesaat setelah insiden terjadi.
"Ada tiga anak yang sedang mandi. Dua anak berhasil diselamatkan warga, tetapi yang satu lagi tenggelam dan ternyata ditemukan tersangkut di bebatuan," ujar Idid selasa 6 Januari 2026, saat memberikan keterangan terkait kronologi kejadian
Setelah upaya pencarian selama kurang lebih dua jam, jasad korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Petugas segera mengevakuasi jenazah ke tepi sungai sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.
Menanggapi insiden memilukan ini, otoritas setempat mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah.
Risiko kecelakaan di perairan dinilai meningkat signifikan selama musim hujan, di mana debit air dan kecepatan arus sungai dapat berubah sewaktu-waktu tanpa peringatan. Langkah preventif ini diharapkan dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.
Editor: Redaksi TVRINews





