Proyek pembangkit listrik di Timor Leste mandek akibat terjadinya pergantian pemerintahan di negara tersebut.
IDXChannel - PT Green Power Group Tbk (LABA) mengungkapkan proyek pembangkit listrik di Timor Leste mandek akibat terjadinya pergantian pemerintahan di negara tersebut.
Perubahan politik domestik di Timor Leste membuat proses administrasi dan pengambilan keputusan di tingkat pemerintah setempat mengalami penundaan.
"Saat ini Perseroan masih memantau perkembangan situasi proyek tersebut sekaligus melakukan evaluasi secara berkelanjutan terhadap kemampuan pemenuhan kontrak dengan Pemerintah Timor Leste,” ujar manajemen dalam laporan public expose, Selasa (6/1/2026).
Di tengah ketidakpastian tersebut, LABA mengalihkan fokus pengembangan bisnis ke sektor transportasi kendaraan listrik. Perseroan kini aktif mengembangkan kerja sama penyewaan kendaraan listrik, salah satunya melalui kolaborasi dengan ECGO, sebagai respons atas belum terealisasinya kebijakan subsidi kendaraan listrik sebesar Rp7 juta per unit.
Sejalan dengan dinamika kebijakan dan arah pengembangan industri, perseroan juga melakukan pelepasan sebagian kapasitas pabrik baterai dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebijakan pemerintah, serta prospek pengembangan industri baterai nasional ke depan.
"Ke depan, perseroan akan meningkatkan tingkat lokalisasi melalui
pemenuhan TKDN, memperluas basis pengguna di sektor hilir, serta memperdalam pengembangan model operasional," tutur manajemen.
Perseroan juga menargetkan perluasan kegiatan produksi dan manufaktur, tidak hanya pada baterai konvensional, tetapi juga ke aplikasi produk baterai dan bank baterai.
Pengembangan tersebut akan diintegrasikan dengan bisnis penyewaan kendaraan operasional listrik, sehingga membentuk solusi ekosistem kendaraan listrik yang lebih komprehensif dari sisi hulu hingga hilir.
Terkait rencana akuisisi PT Aceh Mineral Abadi, LABA mengungkapkan, proses pengajuan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi (IUP-E) belum dapat diselesaikan.
Penundaan ini disebabkan dampak banjir dan bencana alam yang terjadi di Aceh pada akhir tahun, yang menghambat pelaksanaan survei lapangan awal serta analisis sumber daya oleh tim proyek.
"Area target yang diminati serta cakupan wilayah permohonan pada dasarnya telah ditetapkan. Secara strategis, perseroan terus berupaya untuk memperluas rantai bisnisnya dari hulu ke hilir, tidak hanya untuk memperoleh akses terhadap sumber daya itu sendiri, tetapi juga untuk meningkatkan posisi kerja sama yang lebih kuat dengan pemasok baterai dan bahan baku baterai," kata manajemen.
(DESI ANGRIANI)





