Kisah Thomas Edison Menemukan Lampu Listrik

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Thomas Alva Edison mulai melakukan percobaan reformasi lampu busur pada tahun 1877. Dia mengajukan gagasan untuk membagi arus listrik dan mengubah lampu busur menjadi lampu cahaya putih. Agar percobaan ini berhasil secara ideal, dia harus menemukan suatu bahan yang dapat dipanaskan hingga berpijar sebagai filamen lampu.

Filamen tersebut harus mampu bertahan pada suhu sekitar 2.000 derajat Celsius dan menyala terus-menerus selama lebih dari 1.000 jam. Selain itu, lampu harus mudah digunakan, cukup kuat untuk pemakaian sehari-hari, berharga terjangkau, dan yang terpenting—nyala atau padamnya satu lampu tidak boleh memengaruhi lampu lain, sehingga setiap lampu tetap berdiri secara mandiri.

Gagasan ini pada masa itu tergolong sangat berani dan membutuhkan kerja keras luar biasa untuk meneliti dan mengujinya.

Dalam memilih bahan filamen, Edison mula-mula mencoba berbagai bahan karbon, tetapi gagal. Dia lalu beralih ke logam—menggunakan paduan platina dan iridium yang bertitik leleh tinggi. Dia juga menguji lebih dari 1.600 jenis mineral dan bijih, namun semuanya berakhir dengan kegagalan.

Meski begitu, Edison dan para asistennya telah memperoleh kemajuan penting: mereka menyadari bahwa filamen pijar harus disegel di dalam bola kaca dengan tingkat vakum tinggi, agar tidak mudah terbakar. Dari pemahaman ini, Edison kembali meneliti filamen berbahan karbon.

Dia bekerja siang dan malam hingga paruh pertama tahun 1880, namun percobaan lampu pijarnya masih belum menunjukkan hasil. Suatu hari, dia merobek kipas daun pisang di laboratoriumnya, mengambil serat bambu yang terikat di pinggirnya, memotongnya menjadi benang halus, lalu memfokuskan seluruh perhatiannya pada proses karbonisasi.

Hanya dari bahan tumbuhan saja, dia melakukan lebih dari 6.000 percobaan karbonisasi. Catatan eksperimennya mencapai lebih dari 200 buku, dengan total lebih dari 40.000 halaman, yang ditulis selama tiga tahun berturut-turut.

Edison bekerja 18–19 jam setiap hari. Pada dini hari sekitar pukul tiga atau empat pagi, dia baru bisa tidur—kepalanya bertumpu pada dua atau tiga buku, berbaring di bawah meja laboratorium. Kadang-kadang, dalam satu hari dia tertidur di bangku tiga atau empat kali, setiap kali hanya sekitar 30 menit.

Hingga paruh pertama tahun 1880, percobaan lampu pijarnya tetap belum berhasil, bahkan para asistennya mulai kehilangan semangat. Namun suatu hari, Edison kembali mencoba serat bambu yang telah dikarbonisasi sebagai filamen. Kali ini, hasilnya jauh lebih baik dibanding semua percobaan sebelumnya.

Inilah lampu pijar pertama ciptaan Edison—lampu filamen bambu. Jenis lampu ini digunakan selama bertahun-tahun, hingga akhirnya pada tahun 1908, filamen bambu digantikan oleh filamen tungsten.

Setelah itu, Edison melanjutkan penelitian baterai alkaline yang digunakan sebagai sumber tenaga. Penelitian ini pun sangat sulit. Bersama beberapa asisten terpilih, dia meneliti selama hampir sepuluh tahun, melewati tak terhitung kegagalan dan kesulitan. Berkali-kali dia merasa hampir mencapai tujuan, lalu menyadari bahwa dia masih keliru. Namun Edison tidak pernah menyerah—dia selalu memulai kembali dari awal.

Setelah sekitar 50.000 kali percobaan dan menulis lebih dari 150 buku catatan eksperimen, barulah dia mencapai keberhasilan.

Sebagaimana diketahui, Thomas Edison adalah seorang penemu besar. Sepanjang hidupnya, dia memperoleh 1.093 paten penemuan, menjadikannya individu dengan jumlah paten terbanyak sejak sistem paten diberlakukan. 

Ucapannya yang terkenal : “Genius adalah 99 persen kerja keras dan 1 persen inspirasi,”
telah menjadi semboyan yang mendorong banyak orang untuk tekun dan gigih.

Tak dapat disangkal, kontribusi Edison mengubah wajah kehidupan manusia. Dari sekian banyak penemuannya, dia menganggap lampu listrik sebagai yang paling penting, meskipun penemuan yang paling dia cintai sebenarnya adalah fonograf.

Lampu listrik merupakan salah satu penemuan terbesar manusia dalam menaklukkan kegelapan. Sebelum abad ke-19, manusia menggunakan lampu minyak dan lilin sebagai sumber penerangan. Menjelang lahirnya lampu listrik, lampu minyak tanah dan lampu gas menjadi alat penerangan utama. Meski mampu menerangi malam, alat-alat ini belum sepenuhnya membebaskan manusia dari keterbatasan waktu.

Barulah dengan lahirnya generator listrik, manusia dapat menggunakan berbagai jenis lampu listrik untuk menerangi dunia, mengubah malam menjadi siang, memperluas ruang gerak aktivitas manusia, dan memperoleh lebih banyak waktu untuk menciptakan nilai bagi masyarakat.

Edison dikenal sebagai pribadi yang luar biasa rajin dan gemar bereksperimen. Dia sangat tertarik pada bidang kelistrikan. Sejak Michael Faraday menemukan motor listrik, Edison bertekad menciptakan lampu listrik yang dapat membawa cahaya bagi umat manusia.

Lampu filamen karbon ciptaan Edison jauh lebih praktis dibanding lampu busur listrik sebelumnya. Kehadirannya menandai awal resmi era penggunaan lampu listrik oleh manusia. Namun, lampu filamen karbon masih memiliki kelemahan—cahayanya kurang terang, proses pembuatan filamennya rumit, dan usia pakainya relatif singkat. Karena itu, para ilmuwan di berbagai negara terus berupaya menyempurnakan lampu pijar.

Tiga puluh tahun setelah lampu filamen karbon lahir, pada tahun 1909, insinyur William Coolidge dari General Electric menemukan lampu dengan filamen tungsten. Lampu ini merupakan kemajuan besar dibanding lampu karbon. Namun, karena tungsten mudah menjadi rapuh saat dialiri listrik, umur pakainya pun masih menghadapi keterbatasan.`(jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Masih Dibela Fans, Gaji Shin Tae-yong Disorot Tajam Media Korea usai Timnas Indonesia Tunjuk John Herdman
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Jasa Marga Layani 5,8 Juta Kendaraan Selama Periode Libur Nataru
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Sopir Bawa Rombongan Guru Diduga Ngantuk Sebelum Tabrak Truk di Tol Ungaran
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Tools Analisis Jadi Penopang Strategi Trader Modern: Data Menentukan Arah: Evolusi Strategi Trading Saham dan Crypto?
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Teror ke Influencer, Mensesneg: Selidiki Sesuai Hukum yang Berlaku
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.