Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah berbicara dengan sejumlah perusahaan minyak AS tentang pengelolaan aset minyak di Venezuela. Namun, arahan tersebut belum direspons secara positif. Dikutip dari CNBC, juru bicara Gedung Putih, Taylor Rogers, mengatakan perusahaan-perusahaan minyak AS akan menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun kembali sektor energi Venezuela setelah penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Namun, Taylor tidak menyebutkan perusahaan mana saja yang telah dihubungi oleh pemerintah atau kapan percakapan tersebut berlangsung. “Semua perusahaan minyak kami siap dan bersedia melakukan investasi besar di Venezuela yang akan membangun kembali infrastruktur minyak mereka, yang dihancurkan oleh rezim Maduro yang tidak sah,” katanya, dikutip Selasa (6/1). Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Chevron, Conoco, dan Exxon belum berbicara dengan pemerintah mengenai penggulingan Maduro. Menteri Energi Chris Wright dijadwalkan menghadiri konferensi energi yang diselenggarakan oleh Goldman Sachs di Miami minggu ini. Para eksekutif dari Chevron dan ConocoPhillips juga diperkirakan akan hadir pada pertemuan tersebut. Chevron adalah satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang beroperasi di Venezuela.
Alasan Perusahaan Belum Mau Kelola Minyak VenezuelaDikutip dari CNN, sumber dari industri mengatakan bahwa para eksekutif perusahaan minyak AS kemungkinan besar tidak akan terjun langsung ke Venezuela karena beberapa alasan, yakni situasi di lapangan masih sangat tidak pasti, industri minyak Venezuela berada dalam keadaan kacau, dan negara itu memiliki sejarah menyita aset minyak AS. Sumber tersebut menyebutkan, kemungkinan masalah terbesarnya adalah harga minyak saat ini terlalu rendah untuk menggelontorkan sejumlah besar uang, senilai puluhan miliar dolar, untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela yang sedang merosot. “Keinginan untuk terjun ke Venezuela saat ini cukup rendah. Kita tidak tahu seperti apa pemerintahan di sana nantinya. Keinginan presiden berbeda dengan keinginan industri. Dan Gedung Putih pasti mengetahuinya jika mereka berkomunikasi dengan industri sebelum operasi pada hari Sabtu," kata sumber tersebut. Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti lebih banyak daripada negara mana pun di muka bumi, lebih banyak daripada Irak, Rusia, dan AS jika digabungkan, menurut perkiraan pemerintah federal. Namun, ketika perusahaan minyak memutuskan untuk berinvestasi dalam proyek pengeboran yang jauh, mereka membutuhkan keyakinan seperti apa lingkungan operasi di sana dalam beberapa tahun, bahkan beberapa dekade mendatang. Kata sumber industri lain kepada CNN, saat ini sulit untuk merasa yakin tentang bentuk pemerintahan dan institusi Venezuela dalam beberapa minggu ke depan, apalagi beberapa tahun mendatang. “Hanya karena ada cadangan minyak, bahkan yang terbesar di dunia, bukan berarti Anda pasti akan memproduksinya di sana. Ini bukan seperti mendirikan usaha truk makanan," tegasnya. Sumber ini mengatakan bahwa pemerintahan Trump mengutamakan 'retorika daripada kenyataan', dan menekankan bahwa stabilitas politik adalah yang terpenting ketika perusahaan mempertimbangkan untuk berinvestasi di luar negeri.



