RS UII Resmikan KRIS, Ada 150 Bed dan Fasilitas Ekstra untuk Pasien BPJS

kumparan.com
2 hari lalu
Cover Berita

Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (RS UII) resmi mengoperasikan layanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), Senin (5/1). Per Januari, rumah sakit ini menyediakan 150 tempat tidur yang difungsikan untuk melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan sesuai dengan standar Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024. Implementasi sistem ini bertujuan memastikan setiap peserta memperoleh perawatan yang terstandar, layak, dan sesuai dengan prinsip kesetaraan layanan rawat inap.

Peresmian KRIS berlangsung di Auditorium RS UII yang berlokasi di Jalan Srandakan, Pandak, Bantul. Seremoni dihadiri oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Direktur RS UII, Mulyo Hartana. Mulyo menyebut, implementasi KRIS bertujuan memberikan perawatan yang layak dan manusiawi bagi peserta BPJS sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Dulu kan ada (BPJS) Kelas 3 yang isinya enam (tempat tidur), ada yang isinya delapan. Ada bangsal yang sumpek dan sebagainya [...] dengan KRIS ini, syarat menjadi hanya empat orang dengan persyaratan-persyaratan yang lain. Misalnya kamar mandi dalam, ruang AC, jarak tempat tidur, dan jadi bisa diakses oleh BPJS,” kata Mulyo kepada Pandangan Jogja, Senin (5/1).

Mulyo menyebut, RS UII telah memenuhi 12 kriteria standar KRIS, termasuk pembatasan kapasitas maksimal empat tempat tidur per kamar, penggunaan sistem oksigen sentral, bed elektrik, pencahayaan 250 lux untuk penerangan dan 50 lux untuk tidur, serta penyediaan kamar mandi di dalam ruangan yang aksesibel untuk pengguna kursi roda. Di luar seluruh prasyarat wajib, RS UII juga memberikan fasilitas tambahan seperti ketersediaan air panas di setiap kamar mandi.

Fasilitas KRIS di RS UII terletak di empat sayap di lantai lima dan enam. Operasional medis di RS UII, termasuk untuk pasien BPJS, didukung oleh 84 dokter spesialis dan subspesialis dari berbagai disiplin ilmu. Mulyo menyebut, perbandingan pasien BPJS dan pasien umum di layanan rawat jalan rumah sakit saat ini seimbang, sedangkan layanan rawat inap didominasi oleh pasien BPJS.

Sejumlah pasien menyampaikan pengalaman mereka selama menjalani perawatan di RS UII. Lusia Surati, pasien BPJS yang telah berobat sekitar satu tahun, mengaku senang dengan pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis di rumah sakit ini. “Tempatnya bagus, itu tempat tidurnya juga bagus. Pelayanannya juga bagus, kalau aku minta sesuatu, cepat langsung dilayani,” tuturnya.

Tami, pasien asal Sedayu, Bantul, mencermati konsistensi penerapan prosedur medis bagi pasien BPJS. Ia menceritakan pengalaman saat perawat mengganti cairan infus adiknya secara rutin setiap delapan jam meski isi kantong belum habis. Selain itu, ia menilai kenyamanan ruang inap didukung oleh ketersediaan fasilitas penunjang di kamar mandi. “Kita nggak perlu bawa sabun mandi sama sampo, itu sudah ada disediakan,” ujar Tami.

Tami, yang bukan peserta BPJS, juga tidak merasakan perbedaan pelayanan dengan adiknya maupun pasien lain yang merupakan peserta. “Jadi kan tadi banget itu kan aku periksa ke THT, terus ternyata ada pasien lain bapak-bapak juga bawa surat rujukan. Nah, itu juga dokternya sama (yang menangani). Saya nganterin ibu saya, saya nganterin adik saya, dokternya tuh nggak membedakan mana BPJS mana nggak. Dan stafnya juga kayak biasa aja, nggak underestimate,” akunya.

Mulyo menegaskan bahwa meskipun memiliki infrastruktur bangunan yang modern, RS UII tetap mengedepankan prinsip pelayanan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. “Gedungnya sih mewah, bagus gitu ya, tapi kita melayani semuanya. Kita rahmatan lil alamin,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
349 Ribu Hektare Sawah di Banten Panen Tahun 2025, Hasilkan 1,8 Juta Ton Padi
• 22 jam laludetik.com
thumb
Gen Z Paling Vokal! 84 Persen Tolak Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Momen Prabowo Bersama Petani Tumbuk Padi Tandai Pencapaian Swasembada Pangan
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
GIAR : PP 43 Tahun 2025 Tingkatkan Kredibilitas dan Buka Jalan Karier Akuntan Generasi Z
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Demo Buruh di Monas Hari Ini, 1.659 Aparat Gabungan Dikerahkan
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.