Presiden Meksiko Kecam Ekstradisi Maduro dan Ancaman Intervensi AS

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Mexico City: Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Senin, 5 Januari 2026, kembali menegaskan penolakan negaranya terhadap upaya Amerika Serikat (AS) mengekstradisi Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta terhadap segala bentuk intervensi asing, baik di Venezuela maupun di wilayah Meksiko sendiri.

“Kami secara tegas menolak intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain,” ujar Sheinbaum. Pernyataan itu menggemakan sikap yang telah ia sampaikan pada Sabtu lalu, menyusul operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Maduro.

Sheinbaum menegaskan Meksiko merupakan negara berdaulat yang tetap menjalin kerja sama dengan Washington dalam isu perdagangan narkotika dan keamanan.

Namun, ia menolak keras insinuasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pada akhir pekan lalu kembali membuka kemungkinan aksi militer di Meksiko untuk memerangi kartel narkoba.

“Perlu ditegaskan bahwa di Meksiko, kedaulatan berada di tangan rakyat. Kami adalah negara yang bebas dan berdaulat, terbuka untuk kerja sama, tetapi menolak subordinasi maupun intervensi,” kata Sheinbaum, dikutip dari AsiaOne, Selasa, 6 Januari 2026.

Pernyataan tersebut dibacakan Sheinbaum pada awal konferensi pers harian dan sejalan dengan sikap pemerintahannya sejak mulai menjabat pada 2024, serta dengan konstitusi Meksiko yang menetapkan prinsip non-intervensi sebagai dasar kebijakan luar negeri negara itu.

Trump selama bertahun-tahun menyatakan bahwa tindakan militer mungkin diperlukan untuk menghadapi kartel narkoba yang beroperasi di Meksiko. Pada akhir pekan lalu, ia kembali mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat “harus melakukan sesuatu” terkait peredaran narkoba di negara tetangganya itu.

Menjawab pertanyaan jurnalis, Sheinbaum mengatakan ia tidak melihat kemungkinan intervensi militer Amerika Serikat di Meksiko akan benar-benar terjadi, meskipun, menurutnya, Trump beberapa kali mengangkat isu tersebut dalam percakapan langsung di antara mereka.

“Saya tidak percaya akan ada invasi; saya bahkan tidak berpikir itu sesuatu yang benar-benar mereka pertimbangkan dengan serius,” ujar Sheinbaum. 

“Dalam beberapa kesempatan, ia bersikeras agar tentara Amerika Serikat diizinkan masuk ke Meksiko. Kami dengan sangat tegas mengatakan tidak, pertama karena kami membela kedaulatan kami, dan kedua karena itu tidak diperlukan,” tambahnya.

Tak lama setelah kembali menjabat sebagai presiden tahun lalu, pemerintahan Trump menetapkan Kartel Sinaloa dan sejumlah kelompok narkoba lainnya di Meksiko sebagai organisasi teroris. Langkah tersebut menghidupkan kembali rencana yang sempat dibatalkan pada 2019 atas permintaan Presiden Meksiko saat itu, Andres Manuel Lopez Obrador.

Pada Agustus, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan pemerintahannya tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menindak kartel narkoba.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mengapa pemecatan Ruben Amorim bukan solusi bagi Manchester United?
• 38 menit laluantaranews.com
thumb
AS Rencana Temui Denmark, Bahas Isu Greenland
• 43 menit laluidntimes.com
thumb
Bakal Jadi Presiden Dewan HAM, Apa yang Bisa Dilakukan Indonesia?
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Dishub DKI Atur Arus Lalin Tanpa Tutup Jalan Saat Pembongkaran Tiang Monorel
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Dukungan Kiky Saputri untuk Boiyen yang Tengah Hadapi Masalah
• 21 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.