Di tengah kesadaran perempuan akan pola hidup yang lebih seimbang, metode memasak kembali menjadi sorotan. Belakangan, mengukus makanan sedang naik daun.
Cara memasak tersebut dikenal sebagai salah satu cara paling sederhana untuk mempertahankan nutrisi alami, terutama vitamin C, antioksidan, dan mineral penting.
Tanpa tambahan minyak berlebih, tubuh tidak perlu bekerja ekstra untuk mencerna makanan. Metode ini membantu menjaga energi harian tetap stabil, terutama bagi perempuan dengan aktivitas padat.
“Metode memasak seperti mengukus membantu menjaga kandungan nutrisi alami makanan, terutama pada sayuran,” ujar Dr. Walter Willett, Profesor Epidemiologi dan Nutrisi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health
Dari Makanan untuk Kulit yang Lebih SehatSelain baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, mengkonsumsi makanan yang dikukus ternyata juga memiliki manfaat yang baik buat kulit kita, Ladies. Sayuran dan umbi kukus seperti labu, ubi jalar, dan brokoli kaya akan vitamin A dan C yang berperan penting dalam produksi kolagen.
Nah, asupan kolagen yang cukup bisa membantu menjaga elastisitas kulit dan membuatnya tampak lebih cerah alami. Oleh karena itu, saat ini banyak perempuan yang mulai menyadari bahwa efek glowing tak selalu datang dari skin care mahal. Pola makan yang tepat, termasuk memilih metode memasak seperti mengukus, bisa memberi dampak jangka panjang bagi kesehatan kulit.
Baik untuk Siklus MenstruasiPerubahan hormon menjelang dan selama menstruasi sering membuat tubuh lebih sensitif. Protein dari ikan, tahu, atau tempe menjadi pilihan yang lebih ramah karena rendah lemak jenuh dan mudah dicerna. Kandungan omega-3 pada ikan kukus diketahui membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Hal ini berpotensi meredakan nyeri haid dan menjaga kestabilan hormon.
Selain itu, makanan kukusan membantu menghindari lonjakan gula darah yang bisa memperburuk mood saat siklus menstruasi. Tubuh pun terasa lebih ringan dan seimbang.
Jaga Kesehatan Pencernaan dan TulangMasalah pencernaan seperti kembung sering dialami perempuan, terutama saat stres atau terjadi perubahan hormon. Tekstur makanan kukus yang lebih lembut membuatnya mudah dicerna oleh sistem pencernaan. Kandungan serat alaminya juga mendukung kesehatan usus, yang berperan besar dalam menjaga imunitas dan suasana hati.
Usus yang sehat membantu penyerapan nutrisi lebih maksimal. Dampaknya, energi tubuh terasa lebih stabil sepanjang hari tanpa rasa lelah berlebihan. Sementara itu, makanan yang dikukus juga rendah kalori. Hal ini membantu perempuan menjaga berat badan secara alami tanpa diet ekstrem. Sayuran hijau yang dikukus juga mendukung penyerapan kalsium, nutrisi penting untuk menjaga kepadatan tulang.
Apalagi asupan kalsium menjadi semakin krusial menjelang dan setelah menopause. Nah, dengan metode memasak yang tepat, tubuh bisa memperoleh manfaat nutrisi tanpa membebani metabolisme.
Jadi untuk para pemula, kamu bisa mulai mengkonsumsi ubi jalar, brokoli, labu, hingga ikan kukus. Bahan-bahan makanan ini bisa membantu meningkatkan antioksidan dan asam folat pada tubuh, menyeimbangkan hormon, hingga menambah energi dan menyehatkan kulit.
Bagaimana, Ladies, kamu tertarik untuk mencoba?




