Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai memberikan perhatian serius terhadap nasib lahan eks Pasar Gondanglegi di Kecamatan Beji yang telah lama terbengkalai. Langkah awal ini dilakukan dengan menyerap aspirasi langsung dari para pedagang yang masih bertahan di lokasi tersebut.
Kondisi pasar yang berada di jalur strategis Pantura ini diharapkan bisa kembali hidup untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara maksimal. “Kita lakukan kajian dulu, nanti eks Pasar Gondanglegi ini ke depan akan kita apakan,” ujar Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.
Ketua Paguyuban Eks Pasar Gondanglegi, Dudung Cahyono, mengungkapkan bahwa para pedagang telah menantikan kepastian pembangunan sejak tahun 2016 silam. Pihaknya sangat berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan pasar tradisional demi kesejahteraan rakyat kecil.
Dudung menekankan pentingnya pasar tradisional karena menyediakan kebutuhan pokok yang tidak selalu tersedia di toko modern atau swalayan. “Untuk menyejahterakan rakyat kecil ini, monggo pasar tradisional ini dibangun,” harapnya saat menyampaikan aspirasi.
Senada dengan paguyuban, Anton yang merupakan salah satu pedagang menyebut lokasi pasar ini sebenarnya adalah ikon pintu masuk Kabupaten Pasuruan dari arah Tol Gempol. Namun, ia mengeluhkan kondisi drainase yang buruk sehingga pasar kerap terendam banjir setinggi lutut saat hujan deras.
Terkait keluhan tersebut, Bupati Rusdi Sutejo berkomitmen untuk melakukan koordinasi lintas sektor guna mendata ulang para pedagang yang memiliki KTP asli daerah. Mas Rusdi menegaskan bahwa data tersebut tidak boleh dimanipulasi agar proses normalisasi dan kajian anggaran berjalan tepat sasaran.
Pemerintah daerah berencana memasukkan agenda kajian ini pada anggaran perubahan tahun 2026 atau paling lambat pada tahun 2027 mendatang. “Yang penting pedagang tidak mengganggu lalu lintas dan tetap berada di dalam area eks pasar selama proses ini,” tambah Mas Rusdi.
Bupati juga mengimbau agar para pedagang tetap menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan pasar meskipun fasilitasnya belum sempurna. “Harapannya tertib, berdagang dengan baik, dan tetap hati-hati karena kalau sungai meluap bisa banjir,” pesannya menutup pembicaraan. (ada/kun)




