Banjir Tanah Laut Meluas Rendam 6 Kecamatan, Warga Mengungsi ke Ponpes

rctiplus.com
1 hari lalu
Cover Berita

PELAIHARI, iNews.id – Banjir yang menerjang Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, kian meluas hingga merendam enam kecamatan, Selasa (6/1/2026). Bencana itu mengakibatkan ribuan rumah warga tergenang air dan memaksa ratusan warga mengungsi ke sejumlah posko pengungsian.

Banjir juga membuat aktivitas warga terganggu. Pesta pernikahan pun digelar di tengah kepungan banjir.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut, sebanyak 2.504 rumah tergenang dan lebih dari 1.000 rumah lainnya terdampak. Enam kecamatan yang terendam meliputi Pelaihari, Bajuin, Kurau, Bumi Makmur, Bati-Bati, dan Tambang Ulang.

Bencana ini berdampak pada sedikitnya 8.304 jiwa. Tak hanya pemukiman, enam sekolah terpaksa diliburkan karena ruang kelas terendam air. Banjir juga memutus akses transportasi, menggenangi jalan provinsi di Bumi Makmur dan Kurau, serta jalan nasional di Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang.

Pondok Pesantren (Ponpes) Ubudiyah di Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, kini menjadi pusat penampungan bagi pengungsi dari Kecamatan Bati-Bati dan Kurau. Hingga saat ini, terdapat 91 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 270 jiwa yang bertahan di sana.

Kartaniah, warga Desa Kali Besar, mengaku terpaksa mengungsi menggunakan perahu karena ketinggian air di rumahnya sudah melebihi satu meter.

"Kami takut karena air terus bertambah tinggi, jadi terpaksa mengungsi ke sini bersama anggota keluarga," ujarnya.

Koordinator Posko Pengungsian, Muhammad Habibi, menyebutkan jumlah pengungsi melonjak tajam sejak Minggu (4/1/2026) menyusul intensitas hujan yang kian meningkat. 

Para pengungsi kini mendapatkan layanan kesehatan dari Puskesmas Bati-Bati serta bantuan makanan dari dapur umum relawan.

Kondisi banjir di Tanah Laut diperparah oleh fenomena alam ganda. Selain mendapatkan kiriman air dari kawasan hulu atau pegunungan akibat curah hujan tinggi sejak akhir tahun 2025, wilayah ini juga terdampak pasang tinggi air laut (rob).

Banjir rob ini terutama dirasakan oleh warga di kawasan pesisir seperti Kecamatan Kurau dan Kecamatan Bumi Makmur, yang membuat air sulit surut meski hujan sempat mereda.

Meski banyak yang mengungsi, sebagian warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Mereka membuat apar-apar (panggung kayu darurat di dalam rumah) untuk tempat tidur dan meletakkan barang-barang elektronik agar tidak terendam air.

Pemerintah daerah bersama relawan terus memantau titik-titik banjir dan menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang masih terisolasi di dalam rumah.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Unilever Indonesia Jual Bisnis Teh Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
SIM Keliling Jakarta ada di sini
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Ditutup Menguat 0,14 Persen ke Level 8.946 di Sesi I, Bursa Asia Variatif
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Telkomsel Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Korban Banjir Aceh Utara
• 10 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.