Jakarta: Kehidupan yang seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi impian banyak orang. Kondisi fisik dan mental yang sehat tentu menjadi harapan bersama. Namun, realitas di lapangan sering kali tidak seindah yang dibayangkan.
Tak jarang seseorang larut dalam pekerjaan tanpa menyadari waktu yang terus berjalan. Akibatnya, waktu istirahat berkurang dan perlahan berdampak pada kondisi fisik maupun kesehatan mental.
Baca Juga :
5 Skill Profesional yang Sering Terabaikan Sebelum Masuk Dunia Kerja
Pesan singkat, email, hingga rapat daring sering muncul di luar jam kerja, membuat banyak pekerja sulit benar-benar beristirahat. Akibatnya, waktu pemulihan mental semakin berkurang dan keseimbangan hidup pun terganggu. 3. Tekanan Ekonomi dan Kebutuhan Hidup Tekanan ekonomi juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Biaya hidup yang terus meningkat, cicilan, serta tuntutan keluarga membuat banyak pekerja merasa harus menambah jam kerja atau mencari pekerjaan sampingan. Fokus pada penghasilan akhirnya menggeser waktu untuk diri sendiri dan keluarga. 4. Budaya Kerja yang Menuntut Hasil Maksimal Di banyak perusahaan, produktivitas sering kali menjadi tolok ukur utama. Lembur dipandang sebagai bentuk loyalitas, meski secara perlahan menggerus keseimbangan hidup.
Pekerja yang mencoba menjaga work-life balance kerap merasa khawatir dicap kurang berdedikasi. Akhirnya, mereka memilih mengikuti ritme kerja yang melelahkan demi menjaga citra profesional. 5. Perbedaan Cara Pandang Antar Generasi Setiap generasi memiliki pandangan berbeda mengenai work-life balance. Generasi milenial dan Gen Z umumnya menginginkan fleksibilitas kerja yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya yang terbiasa dengan jam kerja konvensional.
Meski kesadaran akan pentingnya keseimbangan hidup semakin meningkat, realitas dunia kerja yang masih kaku, tekanan global, serta tuntutan ekonomi membuat penerapannya tetap menjadi tantangan.
Baca Juga :
Begini Strategi Lolos Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis LPDP 2026- Menetapkan batas yang jelas antara jam kerja dan waktu pribadi
- Mengatur prioritas tugas berdasarkan tingkat urgensi
- Memanfaatkan waktu istirahat secara penuh tanpa gangguan pekerjaan
- Mengelola stres melalui olahraga atau hobi
- Membiasakan komunikasi terbuka dengan atasan terkait beban kerja
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Adrian Bachtiar)




