China Dorong Penggunaan Material Daur Ulang di Industri Otomotif

medcom.id
1 hari lalu
Cover Berita
Beijing: Pemerintah China melalui otoritas ekonomi dan industrinya merilis kebijakan lintas kementerian terbaru untuk memperluas penggunaan material daur ulang di berbagai sektor manufaktur. Industri otomotif ditetapkan sebagai salah satu fokus utama dalam kebijakan tersebut.
 
Dokumen bertajuk Recycled Materials Application Promotion Action Plan ini menargetkan peningkatan pemanfaatan material daur ulang di industri kendaraan, selain sektor elektronik, baterai, tekstil, dan kemasan. Kebijakan ini menekankan penguatan pasokan material daur ulang, peningkatan standar penerapan, serta perluasan adopsi di sepanjang rantai produksi industri.
 
Dalam sektor otomotif, regulator mendorong pabrikan kendaraan untuk menggunakan lebih banyak material daur ulang selama memenuhi persyaratan teknis dan regulasi. Material yang dimaksud meliputi baja, aluminium, plastik, dan bahan sekunder lainnya yang dapat diaplikasikan pada bodi kendaraan, komponen struktural, interior, hingga sistem non-kritis.

Pemerintah China juga menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara produsen kendaraan, perusahaan pembongkaran kendaraan, pelaku daur ulang, dan pengolah material. Integrasi ini dinilai krusial untuk membentuk rantai daur ulang dan pemanfaatan ulang yang lebih efisien dan berkelanjutan, dikutip dari carnewschina.
 
Baca Juga: Penting Buat Pemula! Begini Cara Parkir Mundur yang Aman
 
Kebijakan tersebut turut menyoroti peningkatan efisiensi daur ulang kendaraan akhir masa pakai (end-of-life vehicle/ELV). Otoritas berencana mendorong standardisasi proses pembongkaran kendaraan, meningkatkan tingkat pemulihan material bernilai guna, serta memperkuat kemampuan pengolahan logam dan plastik hasil daur ulang dari sektor otomotif.
 
Produksi baterai juga menjadi perhatian utama, seiring pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik di China. Pemerintah mendorong peningkatan penggunaan material daur ulang dalam pembuatan baterai sekaligus memperkuat sistem daur ulang baterai bekas. Baterai dipandang sebagai sumber material strategis yang dapat dikembalikan ke siklus produksi industri.
 
Selain target penggunaan material, rencana aksi ini juga mencakup penyusunan standar teknis, sistem sertifikasi, dan mekanisme ketertelusuran material daur ulang. Langkah ini bertujuan memastikan konsistensi kualitas, keamanan, dan keandalan material daur ulang yang digunakan dalam proses manufaktur kendaraan.
 
Dalam jangka panjang, kebijakan ini diharapkan memperkuat sistem daur ulang nasional China dan mendorong penerimaan material daur ulang sebagai input produksi standar. Bagi industri otomotif, langkah ini akan mempercepat penerapan konsep ekonomi sirkular mulai dari desain kendaraan, proses produksi, hingga pengelolaan kendaraan di akhir masa pakainya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bea Cukai Sita 160 Juta Batang Rokok Ilegal, Negara Rugi Rp213,76 Miliar
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bareskrim Tetapkan Satu Buron Sindikat Judol, Modus Operandi Pendirian Perusahaan Fiktif
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Telkomsel Tunjuk Lionel Chng Jadi Direktur Marketing, Ini Daftar Direksi Terbaru
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina dan Pindad Luncurkan Teknologi Inspeksi Pipa Berbasis Ultrasonik untuk Perkuat Keandalan Energi Nasional
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.