jpnn.com, SENTUL - Presiden Prabowo Subianto mengatakan berdasarkan kajian menunjukkan satu dari lima anak Indonesia kekurangan gizi hingga 20 persen.
Bahkan di daerah, persentase kekurangan gizi mencapai lebih dari 30 persen.
BACA JUGA: BGN Bangun 19.188 SPPG untuk Program MBG pada 2025
Hal itu dikatakan Prabowo dalam agenda retret bersama Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat pada Selasa (6/2).
“Itu yang jelas dikatakan malnutrisi, stunting badannya sangat lemah, tetapi pertumbuhannya tidak normal,” ucap Prabowo.
BACA JUGA: Budiman Sudjatmiko Puji SPPG Semanggi 2 Surakarta yang Terapkan Metode Baru untuk MBG
Prabowo juga mengaku prihatin karena jutaan anak Indonesia berangkat pagi ke sekolah tanpa sarapan atau makan terlebih dahulu untuk mengawali hari.
“Ternyata puluhan juta anak-anak Indonesia berangkat sekolah tanpa makan pagi. Banyak juga mereka hanya makan nasi dengan daun-daun,” kata dia.
BACA JUGA: Ibu Hamil dan Balita Akan Tetap Dapat MBG Semasa Libur Sekolah
Hal ini menjadi salah salah satu alasan Prabowo mencanangkan program andalannya, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia menyebut hingga 6 Januari 2026 hari ini, penerima manfaat MBG telah mencapai 55 juta di seluruh Indonesia.
“Sebanyak 55 juta. 55 juta anak-anak Indonesia menerima makanan tiap hari. Dan, termasuk ibu-ibu hamil,” tuturnya.
Eks Menteri Pertahanan itu mengaku bangga karena negara lain seperti Brazil baru mencapai 40 juta penerima manfaat setelah MBG berjalan selama 11 tahun.
“Presiden Brazil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Kita 1 tahun mencapai 55 juta penerima manfaat,” ujar Prabowo. (mcr4/jpnn)
Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




