Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Korlantas Polri atas pelaksanaan Operasi Lilin dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berjalan aman dan lancar.
Operasi tersebut digelar sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 dan dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Agus menyebut, seluruh rangkaian Operasi Lilin resmi berakhir pada Minggu (4/1) malam. Ia menilai keberhasilan pengamanan Nataru merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel Polri di lapangan, khususnya jajaran lalu lintas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Operasi Lilin dimulai tanggal 20 hingga tanggal 2 diperpanjang dengan KRYD sudah selesai tadi malam, alhamdulillah berjalan dengan baik. Tentunya saya selaku Kakorlantas juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel Korlantas Polri,” ujar Agus, Senin (5/1).
Berdasarkan indikator pengamanan selama Operasi Lilin, Agus menjelaskan bahwa perayaan Natal maupun malam Tahun Baru berlangsung dalam kondisi kondusif. Pengamanan pada puncak malam pergantian tahun bahkan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai bentuk keseriusan Polri dalam menjamin keamanan publik.
“Dari indikator Operasi Lilin atau pengamanan Natal dan Tahun Baru, rangkaian kegiatannya berjalan dengan lancar. Perayaan Natal kondusif, perayaan Tahun Baru juga kondusif, langsung dipimpin oleh Bapak Kapolri,” tambahnya.
Menurut Agus, keberhasilan ini menjadi salah satu indikator kehadiran negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum libur panjang. Ia menilai pengamanan Nataru bukan hanya soal kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga memastikan situasi harkamtibmas tetap terjaga.
“Salah satu indikator yang harus kita sampaikan yaitu berkaitan dengan bagaimana negara dan kita hadir untuk memastikan bahwa rangkaian kegiatan selama Operasi Lilin kondusif dari sisi harkamtibmas,” jelas Agus.
Selain situasi keamanan yang terkendali, Kakorlantas juga mengungkapkan capaian positif dari sisi keselamatan lalu lintas. Selama Operasi Nataru, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat mengalami penurunan sebesar 7 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Jumlah peristiwa kecelakaan menurun sejumlah 7 persen,” kata Agus.
Tak hanya itu, penurunan signifikan juga terjadi pada angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Kakorlantas mencatat, jumlah korban meninggal dunia selama Operasi Nataru berhasil ditekan hingga 27,12 persen.
“Jumlah fatalitas korban meninggal dunia menurun 27,12 persen. Ini operasi yang kita lakukan, ini kerja rekan-rekan semuanya, ini salah satu indikator bahwa Operasi Natal dan Tahun Baru berhasil,” tegasnya.
Menutup arahannya, Agus mengingatkan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti setelah Operasi Nataru selesai. Ia menyebut jajaran Polri akan segera bersiap menghadapi agenda pengamanan berikutnya, yakni Operasi Ketupat, sekaligus mengajak seluruh personel untuk terus menjaga marwah Polri dan Polantas.
“Tentunya tidak ada pekerjaan yang selesai. Operasi Nataru selesai, satu atau dua bulan lagi kita sudah mempersiapkan Operasi Ketupat. Mari kita jaga marwah Polri, mari kita jaga marwah Polantas agar kita bisa melaksanakan tugas dengan sepenuh hati dan melayani masyarakat dengan ikhlas,” pungkasnya.




