Jutaan Rakyat Venezuela Turun ke Jalan Tuntut Donald Trump Bebaskan Nicolas Maduro dan Istrinya

fajar.co.id
2 hari lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, LONDON — Ratusan warga Brasil berkumpul di Rio de Janeiro, mengecam tindakan Washington terhadap Venezuela dan penculikan presiden negara itu, Nicolas Maduro, dan istrinya Cilia Flores.

Menurut media Rusia, demonstrasi tersebut diorganisir oleh serikat pekerja dan partai-partai sayap kiri.

Para pengunjuk rasa juga mengibarkan bendera Venezuela yang besar dan memegang plakat serta tanda-tanda tulisan tangan yang menunjukkan kepentingan Amerika Serikat terhadap minyak Venezuela dan penjarahan sumber daya negara tersebut.

Lunna Normande, Juru Bicara Partai Persatuan Rakyat untuk Sosialisme di Rio de Janeiro, yang hadir dalam protes tersebut, mengatakan serangan ini bukan hanya terhadap Venezuela tetapi terhadap seluruh Amerika Latin.

“Pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump percaya bahwa mereka memiliki dunia dan dapat menyerang negara mana pun,” tandasnya.

Sementara di Venezuela, jutaan rakyat turun ke jalan menuntut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk membebaskan Presiden Nicolas Madura dan istrinya, Cilia Flores. Para demontrans itu membanjiri jalanan. Sejumlah warga bahkan terlihat menangis sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap pemimpinnya yang telah diculik.

Pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Venezuela, sebuah tindakan yang telah disambut dengan gelombang reaksi internasional.

Pemerintah Venezuela menggambarkan langkah ini sebagai agresi militer dan, sambil menyatakan keadaan darurat, menyerukan pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB.

Secara bersamaan, beberapa negara, termasuk beberapa sekutu Amerika Serikat, bereaksi dengan hati-hati, menekankan perlunya mematuhi prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB.

Iran, Rusia, dan beberapa negara lain juga mengutuk tindakan Washington dan memperingatkan konsekuensinya terhadap stabilitas regional dan tatanan internasional.

Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil Pinto, mengapresiasi sikap Iran yang mengutuk agresi militer terhadap negaranya.

Pinto membagikan sebagian dari konferensi pers juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmail Baqaei pada hari Senin, mengenai penculikan Presiden Venezuela dan istrinya di akun X-nya, dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Iran atas sikapnya yang mengutuk agresi militer Amerika Serikat terhadap wilayah Venezuela.

Atas nama Pemerintah Bolivarian, kami ingin menyampaikan apresiasi tulus kami kepada Republik Islam Iran atas tuntutan tegasnya untuk membebaskan Presiden sah Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores, demikian bunyi pesan tersebut.

Mengomentari serangan AS terhadap Venezuela dan penculikan pemimpinnya, Nicolás Maduro, dan istrinya, Baqaei menggambarkan perkembangan ini sebagai sangat berbahaya, dengan mengatakan bahwa pelanggaran kedaulatan nasional dan integritas teritorial suatu negara sama sekali tidak dapat dibenarkan.

“Apa yang kita kenal saat ini sebagai Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional kontemporer adalah hasil dari pengalaman umat manusia setelah perang dunia. Oleh karena itu, tindakan ini benar-benar dikutuk dan ditolak, dan mereka yang telah melakukan kejahatan ini harus dimintai pertanggungjawaban di hadapan komunitas internasional,” kata Baqaei.

Dia kemudian memperingatkan bahwa para pelanggar hukum internasional akan semakin berani jika tidak ditentang keras oleh komunitas global.

“Penculikan presiden suatu negara dan pasangannya sama sekali bukan sumber kebanggaan; itu adalah tindakan yang sepenuhnya ilegal, dan seperti yang telah ditekankan oleh para pejabat Venezuela dan rakyat Venezuela sendiri, presiden mereka harus dibebaskan,” kata juru bicara tersebut. (fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ragam Pidato Prabowo di Acara Panen Raya
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Isu Kejagung Geledah, Kemenhut: Pencocokan Data Pemerintahan Sebelumnya
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pedagang Tanah Abang Cerita Baju Lebaran Gamis Rompi Lepas Sudah Diserbu
• 21 jam laludetik.com
thumb
Penangkapan Maduro Picu Efek Berantai, Mempengaruhi Harga Minyak Dunia Serta Pergerakan Pasar Saham
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Trump Bela Petugas Imigrasi AS Penembak Mati Wanita di AS: Radikal Kiri Mengancam
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.