Pemerintah menargetkan revitalisasi 71 ribu sekolah di seluruh Indonesia pada 2026, meningkat tajam dibandingkan 16.175 sekolah pada 2025. Program ini menjadi langkah lanjutan untuk mempercepat penanganan sekolah rusak sekaligus memperbaiki kualitas pendidikan nasional.
Dari total target tersebut, sekitar 11 ribu sekolah akan direvitalisasi melalui APBN senilai Rp14 triliun, sementara 60 ribu sekolah tambahan merupakan bagian dari komitmen Presiden. Revitalisasi mencakup perbaikan bangunan dan fisik sekolah, penyediaan sarana dan prasarana penunjang, hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan Rp56,68 triliun dari APBN 2026 untuk sektor pendidikan. Rincian anggaran tersebut mencakup Rp14,57 triliun untuk revitalisasi dan pembangunan sekolah, Rp13,83 triliun untuk Program Indonesia Pintar (PIP), Rp14,13 triliun untuk tunjangan guru non-ASN, serta Rp11,03 triliun untuk berbagai program prioritas lainnya.
Selain perbaikan infrastruktur, pemerintah juga menyalurkan bantuan Interactive Flat Panel (IFP) ke 288.186 sekolah guna mendukung proses belajar mengajar berbasis digital. Program ini dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Keuangan.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah, meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar, serta memperkuat pemerataan akses pendidikan di Indonesia.


