PM Denmark Tegaskan NATO Bubar Jika AS Nekat Kuasai Greenland

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Kopenhagen, VIVA – Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa upaya Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland akan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan aliansi militer NATO.

Pernyataan tegas itu disampaikan menyusul kembali menguatnya seruan Presiden AS Donald Trump agar pulau strategis di kawasan Arktik tersebut berada di bawah kendali Washington. Ketegangan meningkat setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada akhir pekan lalu.

Baca Juga :
Setelah Venezuela, Trump Ingin ‘Caplok’ Greenland Apa yang Istimewa dari Wilayah Itu?
Trump Bilang Venezuela Tak Adakan Pemilu dalam 30 Hari ke Depan: Kita Harus Perbaiki Negara Itu Terlebih Dahulu

Dalam operasi tengah malam di Caracas, pasukan AS menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, sebuah langkah yang mengejutkan komunitas internasional dan memicu kekhawatiran luas di Eropa.

Di Denmark dan Greenland—wilayah semi-otonom di bawah Kerajaan Denmark sekaligus bagian dari NATO—operasi tersebut memicu alarm serius. Pemerintah setempat menilai tindakan Washington dapat menciptakan preseden berbahaya terhadap stabilitas aliansi Barat.

Presiden AS Donald Trump
Photo :
  • White House

Frederiksen bersama Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen secara terbuka mengecam pernyataan Presiden Trump terkait Greenland dan memperingatkan dampak bencana yang dapat ditimbulkan.

Sejumlah pemimpin Eropa pun menyatakan solidaritas dengan Denmark dan Greenland di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

"Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara anggota NATO lain secara militer, maka semuanya akan berhenti," kata Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark TV2, Senin, 6 Januari 2026. "Itu berarti berakhirnya NATO dan runtuhnya sistem keamanan yang telah menjaga kita sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua," imbuhnya

Trump Ngotot

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan klaimnya bahwa  Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat, meskipun pemerintah Denmark menolak keras pernyataan tersebut dan menyerukan agar Washington menghentikan sikap yang dinilai mengancam sekutu.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Minggu, 4 Januari 2026, saat berbicara kepada wartawan di atas Air Force One dalam perjalanan menuju Washington. Trump menyebut Greenland penting bagi kepentingan keamanan nasional AS.

"Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya," kata Trump dilansir CNA, Senin.

Ia juga menyatakan isu Greenland akan kembali dibahas dalam waktu dekat. "Kita akan mengkhawatirkan Greenland sekitar dua bulan lagi… mari kita bicarakan Greenland dalam 20 hari," ujarnya.

Baca Juga :
Pakar Ungkap 4 Tahap Serangan Cepat AS Bikin Pertahanan Venezuela Lumpuh
Sahkah Penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat?
Profil Presiden Venezuela Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Ditangkap AS

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perdagangan Perdana 2026, Transaksi ICDX Tembus Rp130 Triliun
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Geger, Pilot Maskapai Ini Mabuk saat Hendak Terbangkan Pesawat
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pandji Diserang Pendukung Gibran Usai Materi ‘Pingggir Jurangnya’ Viral, Doa untuk Keselamatannya Mengalir Deras
• 17 jam lalufajar.co.id
thumb
“Jabat Tangan Kematian” Xi Jinping Sebagai “Mitra Baik” : Setelah Bersalaman dengannya, Empat Pemimpin Negara Berturut-turut Lengser
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Gaduh Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dasco: Jangan Dipancing Dulu!
• 14 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.