Kopenhagen, VIVA – Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa upaya Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland akan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan aliansi militer NATO.
Pernyataan tegas itu disampaikan menyusul kembali menguatnya seruan Presiden AS Donald Trump agar pulau strategis di kawasan Arktik tersebut berada di bawah kendali Washington. Ketegangan meningkat setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada akhir pekan lalu.
Dalam operasi tengah malam di Caracas, pasukan AS menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, sebuah langkah yang mengejutkan komunitas internasional dan memicu kekhawatiran luas di Eropa.
Di Denmark dan Greenland—wilayah semi-otonom di bawah Kerajaan Denmark sekaligus bagian dari NATO—operasi tersebut memicu alarm serius. Pemerintah setempat menilai tindakan Washington dapat menciptakan preseden berbahaya terhadap stabilitas aliansi Barat.
- White House
Frederiksen bersama Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen secara terbuka mengecam pernyataan Presiden Trump terkait Greenland dan memperingatkan dampak bencana yang dapat ditimbulkan.
Sejumlah pemimpin Eropa pun menyatakan solidaritas dengan Denmark dan Greenland di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
"Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara anggota NATO lain secara militer, maka semuanya akan berhenti," kata Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark TV2, Senin, 6 Januari 2026. "Itu berarti berakhirnya NATO dan runtuhnya sistem keamanan yang telah menjaga kita sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua," imbuhnya
Trump NgototSebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan klaimnya bahwa Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat, meskipun pemerintah Denmark menolak keras pernyataan tersebut dan menyerukan agar Washington menghentikan sikap yang dinilai mengancam sekutu.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Minggu, 4 Januari 2026, saat berbicara kepada wartawan di atas Air Force One dalam perjalanan menuju Washington. Trump menyebut Greenland penting bagi kepentingan keamanan nasional AS.
"Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya," kata Trump dilansir CNA, Senin.
Ia juga menyatakan isu Greenland akan kembali dibahas dalam waktu dekat. "Kita akan mengkhawatirkan Greenland sekitar dua bulan lagi… mari kita bicarakan Greenland dalam 20 hari," ujarnya.





