Hampir 200 personel militer Amerika Serikat (AS) dikerahkan ke ibu kota Venezuela, Caracas, dalam sebuah operasi untuk menangkap pemimpin kiri Venezuela, Nicolas Maduro. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan AS sekaligus Kepala Pentagon, Pete Hegseth, pada Selasa (6/1).
Dalam keterangannya, sebagaimana ditayangkan dalam video AFP, Hegseth mengatakan operasi tersebut melibatkan hampir 200 putra-putri terbaik AS yang diterjunkan langsung ke pusat kota Caracas.
“Mereka masuk ke pusat Caracas dan menangkap seorang individu yang telah didakwa dan dicari oleh sistem peradilan AS sebagai bagian dari dukungan terhadap penegakan hukum, tanpa satu pun warga AS tewas,” ujar Hegseth di hadapan massa saat berkunjung ke fasilitas angkatan laut di Virginia.
Tak hanya itu, Hegseth juga menekankan AS siap memburu setiap kapal penyelundup narkoba yang bergerak di wilayah Amerika. Hegseth dengan lantang menyatakan ingin menghidupkan kembali semangat juang di dalam pasukan, mengingatkan para prajurit AS bahwa tujuan mereka adalah menjadi kekuatan tempur paling mematikan di dunia.
Hegseth juga menyebutkan kiprah angkatan bersenjata AS dalam setiap operasi militer, baik di Afghanistan, konflik Israel-Hamas, dan perang Rusia-Ukraina. Pada pemerintahan sebelum Presiden Donald Trump, ia mengatakan banyak prajurit AS yang gugur.
"Namun, sekarang tidak akan ada lagi musuh yang berani meragukan kekuatan prajurit kami," tutupnya.





