Washington: Seorang penasihat senior Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat saat ini mengendalikan Venezuela selama masa transisi politik.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller pada Senin, 5 Januari 2026, dengan alasan kehadiran militer AS serta kebijakan ekonomi yang diberlakukan terhadap Venezuela.
Dalam wawancara dengan CNN, Miller mengatakan Amerika Serikat menetapkan syarat dan ketentuan aktivitas ekonomi Venezuela. Ia menyebut embargo total terhadap minyak dan perdagangan Venezuela sebagai bukti bahwa Washington memegang kendali.
“Pada dasarnya, kami yang berkuasa. Amerika Serikat mengatur syaratnya,” ujar Miller, dikutip dari media Anadolu, Selasa, 6 Januari 2026.
Miller menegaskan bahwa Venezuela tidak dapat menjalankan perdagangan maupun perekonomian tanpa izin Amerika Serikat. Menurutnya, kondisi tersebut membuat AS secara efektif menjalankan negara itu selama masa transisi.
“Amerika Serikat yang mengendalikan dan menjalankan negara tersebut pada periode ini,” ucap Miller.
Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan di Washington mengenai legalitas dan dampak internasional keterlibatan AS di Venezuela. Sejumlah pengamat dan pengkritik menilai langkah tersebut berpotensi melanggar hukum internasional dan memperburuk ketidakstabilan kawasan Amerika Latin.
Sebelumnya, Presiden Trump menyatakan bahwa operasi militer AS telah berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Trump juga menegaskan Amerika Serikat akan mengambil alih kendali Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan pengerahan pasukan militer jika diperlukan.
(Keysa Qanita)




