Setelah menikmati masa liburan akhir tahun yang panjang, tibalah waktunya kembali beraktivitas seperti semula. Dari bersekolah hingga bekerja, setiap kegiatan terasa lebih berat dari sebelumnya. Tak jarang, selepas liburan, kita justru merasa sendu, galau, dan tidak termotivasi.
Ini bukanlah hal yang janggal, Ladies. Dikenal sebagai post-holiday blues, perasaan sedih ini biasanya dirasakan selepas masa liburan berakhir. Dikutip dari Psych Central, National Alliance on Mental Illness (NAMI) mendeskripsikan post-holiday blues sebagai perasaan stres dan cemas yang muncul akibat ekspektasi atau ingatan tak realistis yang berkaitan dengan musim liburan.
Post-holiday blues identik dengan rasa kosong dalam hati, rasa kecewa, rasa kesepian, dan rasa kehilangan. Menurut Psikoterapis berbasis di New York City, Gina Moffa, post-holiday blues hanya terjadi untuk sementara waktu.
“Perasaan ini serupa dengan rasa sedih, cemas, atau depresi, dengan karakteristik yang sama dengan seasonal affective disorder (gangguan afektif musiman). Pola tidurmu mungkin terganggu, juga level energi dan kemampuan untuk berkonsentrasi,” jelas Gina, dikutip dari Psych Central.
Gina menjelaskan, post-holiday blues terjadi karena liburan memberikan kita waktu istirahat dari kehidupan sehari-hari yang monoton. Ketika waktu istirahat tersebut berakhir dan kita kembali ke rutinitas monoton, tubuh dan otak kita harus menyesuaikan diri ke kesibukan harian. Ini bisa memicu tekanan, rasa stres, dan kecemasan.
Faktor lainnya yang bisa menjadi penyebab post-holiday blues adalah kekurangan tidur di kala liburan, makan berlebih saat liburan, hingga kondisi keuangan yang terganggu akibat pengeluaran tambahan.
Post-holiday blues bisa mengganggu produktivitas, kinerja kerja, mengurangi motivasi, dan membuat kita merasa kelelahan. Ini bisa berdampak pada kehidupan profesional maupun pribadi, terlebih jika rasa sedih dan galau itu berlangsung cukup lama.
Meski begitu, menurut psikolog dari Deakin University Dr Melissa Weinberg, post-holiday blues tidak selamanya buruk. Melissa menjelaskan, merasa galau usai liburan justru menjadi penanda bahwa fungsi psikis kita berjalan dengan baik.
“Perubahan emosional ini adalah cara otak kita untuk mengembalikan diri ke fungsi yang biasa dan optimal. Ini adalah versi psikis otak kita untuk menemukan keseimbangan emosional yang benar,” jelas Melissa.
Bagaimana cara untuk meringankan post-holiday blues dan kembali merasa riang? Mengutip VeryWell Mind, berikan waktu untuk kamu memroses perasaan, mengobrol dengan orang terdekat untuk menaikkan mood, dan melakukan self-care seperti merawat diri, berolahraga, dan beristirahat dengan cukup.



