Transformasi UNM, 60 Hari di Bawah Kepemimpinan Prof Farida Patittingi

harianfajar
1 hari lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR-Sudah dua bulan memimpin Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai Pelaksana Harian (Plh) Rektor, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. menjalani hari-hari kerja yang intens. Sejak pagi hingga malam, agenda kepemimpinan diisi dengan memacu kinerja dan mendorong beberapa penguatan kebijakan tata kelola, rapat koordinasi, peninjauan layanan akademik tetap berjalan optimal, komunikasi lintas unit, serta meneguhkan integritas institusi.

Dalam fase awal ini, Farida Patittingi lebih banyak mendengar, menyerap dinamika internal kampus, membaca laporan strategis, dan mencermati persoalan tata kelola yang muncul di tengah masa sementara kepemimpinannya.

Tidak hanya bekerja dari balik meja, Farida Patittingi juga turun langsung memastikan layanan-layanan strategis universitas tetap berjalan optimal. Koordinasi dilakukan dengan pimpinan fakultas, lembaga, dan unit kerja, termasuk memantau langsung proses akademik dan administrasi. Langkah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas institusi sekaligus memastikan tidak ada pelayanan kepada sivitas akademika yang terabaikan.

UNM sebagai institusi besar dengan ribuan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan memiliki kompleksitas tata kelola yang tinggi. Dalam konteks ini, Farida Patittingi memulai penataan dari penguatan integritas dan sistem perlindungan kampus. Koordinasi intensif dilakukan dengan Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UNM untuk memperkuat peran sesuai PermendikbudRistek No. 55 Tahun 2024 sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bermartabat.

Upaya tersebut diperkuat melalui sinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Di tingkat daerah, dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kota Makassar turut menjaga keamanan dan stabilitas kampus. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan aktivitas akademik yang kondusif.

Dalam menjaga kondusivitas tersebut, dukungan mahasiswa khususnya dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM menjadi faktor penting selama masa kepemimpinannya. Farida Patittingi mengapresiasi atas dukungan BEM UNM terhadap kerja sebagai Plh Rektor serta berkomitmen menjaga stabilitas akademik, ketertiban kampus, dan ruang dialog yang sehat terhadap mahasiswa. Sikap ini mencerminkan kedewasaan berorganisasi mahasiswa dan menjadi energi positif dalam mengawal proses transformasi UNM secara bersama-sama.

Dalam 60 hari kepemimpinannya, Farida Patittingi juga memperkuat jejaring eksternal UNM, khususnya dengan Ikatan Alumni (IKA) UNM. Pertemuan dengan Ketua DPP IKA UNM dan tokoh-tokoh alumni menghasilkan perancangan program kolaboratif, mulai dari beasiswa, program CSR, magang mahasiswa, penguatan jejaring alumni, hingga inisiasi dana abadi. Alumni diposisikan sebagai mitra strategis dalam pengembangan dan keberlanjutan institusi.

Perhatian pada aspek kemanusiaan dan keberpihakan sosial turut menjadi bagian penting dari kebijakan kepemimpinan. UNM memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta bantuan biaya hidup selama satu semester awal bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Sumatera, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kebijakan ini diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi sosial dan psikologis mahasiswa pascabencana.

Pada tataran kebijakan internal, periode ini dimaknai sebagai percepatan transformasi. Farida Patittingi mendorong sivitas akademika UNM untuk meneguhkan komitmen membangun Zona Integritas (ZI) kampus melalui penguatan tata kelola yang diwujudkan dalam penerbitan sejumlah surat edaran. Surat edaran meliputi pembatasan aktivitas di lingkungan kampus pada malam hari, larangan segala bentuk pungutan liar (pungli), serta peneguhan etika dan kepatuhan terhadap regulasi sebagai prioritas utama. Transformasi ini dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan fondasi bagi keberlanjutan dan penguatan institusi di kedepan.

Dalam bidang akademik dan riset, Farida Patittingi mendorong dosen dan peneliti UNM untuk lebih proaktif mengajukan proposal penelitian dan menangkap berbagai peluang pendanaan. Riset tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga pada lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Penguatan Inkubator Bisnis mulai dari Fakultas menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong hilirisasi hasil riset dan pengembangan kewirausahaan berbasis inovasi.

Enam puluh hari transformasi ini menghadirkan efek psikologis positif di lingkungan kampus. Stabilitas yang terjaga, komunikasi yang terbuka, serta kepemimpinan yang dialogis menumbuhkan kembali kepercayaan sivitas akademika. Di tengah dinamika transisi kepemimpinan, sementara UNM tetap bergerak, menjaga marwah institusi, dan menyiapkan ruang tumbuh bagi riset, inovasi, dan pengabdian.

Menjelang akhir tahun 2025, Farida Patittingi mengapresiasi berbagai capaian institusional UNM yang diraih melalui kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Di antaranya adalah meraih Kategori PT Informatif keterbukaan informasi publik pada Komisi Informasi Pusat RI serta Empat piala pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025. Capaian tersebut dipandang sebagai bukti bahwa di tengah masa kepemimpinan, kinerja dan tata kelola UNM tetap terjaga dan menunjukkan penguatan yang signifikan.

Perubahan tentu tidak berjalan tanpa tantangan. Namun pendekatan Farida Patittingi yang tenang, kolaboratif, dan berbasis kerja nyata memberikan arah yang jelas. Kepemimpinan sebelumnya sangat dihargai sebagai fondasi kuat, sementara langkah-langkah penguatan dilakukan sebagai bagian dari proses institusional yang berkelanjutan.

Jika seluruh sistem ini terjaga, UNM akan terus menguat sebagai perguruan tinggi yang go Internasional, bertumbuh pada riset dan inovasi, serta berdampak dalam membangun masa depan pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia. (*/)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Etika Transplantasi Organ Babi ke Manusia Tuai Perdebatan, Ini Kata Ahli Bioetika
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Pemerintah Sebut Konflik Venezuela Tak Ganggu Perundingan Tarif Impor AS-Indonesia
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Niat Menolong, Pedagang Beras Tertembak saat Gagalkan Aksi Curanmor Bersenpi di Kota Bambu Selatan Jakbar
• 12 jam laludisway.id
thumb
Trump umumkan penyerahan 30-50 juta barel minyak Venezuela ke AS
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Update Data Korban Bencana Sumbar: 253 Meninggal, 82 Masih Hilang
• 14 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.