Gresik (beritajatim.com) – Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI) menargetkan memecahkan mitos di ajang Proliga 2026. Tim yang bermarkas di Kota Gresik ini belum pernah meraih gelar juara. Padahal, skuad ini enam kali tampil sebagai finalis sejak mengikuti ajang bola voli profesional di tanah air.
Ketua Persatuan Bola Voli (PBV) Petrokimia Gresik, Iwan Febrianto, mengatakan persiapan tim sudah dilakukan, termasuk melalui proses seleksi pemain. “Tahun ini kami berharap bisa menjadi yang terbaik di ajang Proliga 2026,” katanya, Selasa (6/1/2026).
Masih menurut Iwan, dengan materi yang dimiliki saat ini, timnya optimistis bisa bersaing dengan enam tim lainnya yang berlaga di Proliga. “Sekarang skuad kami materinya berbeda dengan tahun sebelumnya. Sejumlah pemain timnas dan mantan timnas, ditambah dua pemain asing, siap menjadi yang terbaik,” paparnya.
Sejumlah pemain timnas yang memperkuat GPPI antara lain Mediol Stiovany Yoku, Ajeng Nur Cahaya, Geovanny Eka, dan Rika Dwi Latri. Ditambah mantan pemain timnas Shella Bernadetha, Arneta Putri, serta Nandiya Ayu. Dua pemain asing, Oleksandra Bytsenko dan Annie Mitchem, juga siap bahu-membahu mewujudkan target memecahkan mitos menjadi juara.
Target juara juga dikemukakan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob. Ia menyatakan bahwa dengan kekuatan baru, termasuk merekrut pelatih berpengalaman asal Italia, Alessandro Lodi, diharapkan mampu mengubah kekuatan strategi tim. “Saya berharap dengan kekuatan sekarang ini yakin bisa mengatasi semua tim putri yang berlaga di Proliga,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Daconi, dirinya juga memerintahkan jajaran direksi dan anak usaha untuk wajib memberikan dukungan di mana pun tim GPPI bertanding. “Agar suasana tim kondusif, direksi yang menjadi pembina GPPI wajib hadir saat bertanding di luar Gresik,” urainya.
Sementara itu, pelatih GPPI Alessandro Lodi menuturkan bahwa menjelang pertandingan Proliga, timnya kali ini fokus pada kolektivitas tim sebagai strategi utama. “Dua pemain asing yang kami pilih saya tekankan supaya lebih bermain ke kolektivitas tim dan tidak mengandalkan individu,” tuturnya.
Pelatih berpengalaman ini optimistis meski banyak pemain yang berposisi sebagai opposite hitter. Hal tersebut tidak memengaruhi strategi di lapangan. “Banyak tim yang mengandalkan pemain di posisi opposite hitter. Semua ini tergantung strategi yang dijalankan,” pungkas Alessandro Lodi. (dny/kun)



